bali-punya pembangkit tenaga surya senilai rp 26 miliarKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 170 megawatt (MW) tahun ini. Pembangunan tersebut akan menyebar di seluruh Indonesia Timur yang masih terlistriki dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan nantinya PLTS tersebut akan mensubtitusi PLTD yang hanya mengalirkan listrik pada malam hari.

“Kalau siang hari diganti PLTS. Totalnya 170 MW di seluruh Indonesia Timur tahun ini,” ujar dia yang ditemui usai acara pelantikan PNS Kementerian ESDM, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (15/3)

Rida menegaskan saat ini pemerintah sudah memfinalisasi harga untuk PLTS tersebut sebesar USD 25 sen per kWh yang akan disesuaikan dalam peraturan menteri yang akan ditetapkan. “Namun, 170 MW tersebut yang bangun semuanya swasta atau Independent Power Producer (IPP) dan listriknya dibeli PLN dengan harga sesuai permen nantinya,” tegas dia.

Namun, lanjut Rida, saat ini pihaknya masih tertantang mengenai lahan yang akan dipakai untuk pembangunan PLTS. Pasalnya, untuk membangun PLTS berkapasitas 1 MW membutuhkan lahan 1,2 hektar. “Itu challenge buat kita. Kan sekarang Pemerintah Daerah yang mau bangun PLTS yang sediakan,” kata dia.

Untuk membangun PLTS tersebut, tambah dia, pihak swasta membutuhkan dana hampir mencapai Rp 20 miliar per megawatt dan listriknya akan dibangun di daerah-daerah yang masih menggunakan pembangkit berbahan bakar minyak.

Sumber by www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *