lampu_jalan_tenaga_surya_jalan_juanda_medan.bursaenergiMEDAN, TRIBUN-27 unit lampu penerangan jalan bertenaga surya di kawasan Juanda Medan padam. Akibatnya, pengguna jalan cemas bila melintas saat malam hari. Apalagi akhir-akhir ini aksi begal kian marak di Kota Medan, terkhusus malam hari.
Seorang pengendara, Wahyu mengaku resah jika melintas di kawasan Juanda lantaran kondisi jalan sepi dan gelap. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan protokol di Kota Medan. Oleh karena itu, dia berharap Dinas Pertamanan Kota Medan segera memperbaiki.
“Saya heran kenapa lampu penerang jalan ini padam. Sudah lama padam. Padahal, kalau dilihat dari bentuk fisik tiang lampu ini masih belum lama dibuat. Apalagi, sering di sini adanya aksi begal. Makanya, banyak pengendara resah dan kencang-kencang naik sepeda motornya Akulah satu di antaranya yang takut,” ujarnya saat diwawancarai Tribun di perempatan traffic light di Jalan Juanda, Minggu (27/9) sore.
Ia menambahkan, berbagai kota di Sumut yang menggunakan lampu jalan tenaga surya tidak punya kendala artinya masih hidup. Maka dari itu, Dinas Pertamanan Kota Medan harus melakukan perawatan secara maksimal.
“Saya ke Binjai, lampu penerang jalannya juga menggunakan tenaga surya. Namun tidak padam. Patut disesalkan, Kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, pemerintahnya tak mampu benahi lampu jalan. Sehingga, kalau bisa segera diperbaiki,” katanya.
Sedangkan masyarakat lainnya, Bambang mengaku rugi membayar pajak penerangan jalan. Alasannya, tidak sedikit lampu penerang jalan di berbagai kawasan Kota Medan padam. Sehingga, pemimpin baru ke depannya mampu berhasil membenahi masalah ini.
“Kalau lampu jalan padam, sudah capek dengarnya. Tak tahu cemana pemerintah sekarang ini, kita bayar pajak penerang jalan tapi lampu pun padam. Dekat rumah saya di kawasan Medan Helvetia pun banyak lampu padam. Terkadang bola lampu di gang rumah kami swadaya beli, biar terang lingkungan rumah,” ujarnya.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Medan, Budi Hariono mengaku belum tahu adanya lampu penerangan jalan tenaga surya padam. Sehingga, ia akan menyampaikan permasalahan itu kepada dinas terkait.
“Dimana itu, saya belum tahu pula. Lampu jalan tenaga surya yang mengarah ke KFC Wali Kota ya di Jalan Juanda. Segera saya koordinasikan sekaligus memberitahu masalah itu kepada dinas terkait,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepu tidak dapat dikonfirmasi. Berulangkali Tribun menghubungi lewat nomor teleponnya namun tidak diangkat. Hingga berita ini diturunkan pesan singkat yang dilayangkan Tribun pun belum dibalas.(tio)
Aksi Kriminal Berpotensi Meningkat
Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung mengatakan, padamnya lampu penerangan jalan dapat mengundang tindakan kriminal. Ia mengimbau Dinas Pertamanan Kota Medan melakukan pengecekan berkala. Kerusakan perlu diperbaiki, dan bila rusak parah diupayakan pengadaan pula.
“Arah ke mana itu lampu penerang jalannya, arah ke Mangonsidi ya?! Kalau bisa Dinas Pertamanan Kota Medan melakukan pengecekan dan segera dicek itu. Itu termasuk jalan protokol, rawan kejahatan,” ujarnya saat berbincang dengan Tribun, Minggu (27/9) sore.
Jhon bilang pengecekan kondisi lampu jalan merupakan pekerjaan rutin Dinas Pertamanan Kota Medan. Harus diketahui apa yang menjadi penyebab lampu penerang jalan bertenaga surya itu padam. “Penyebab padamnya harus segera diketahui. Kasihan masyarakat kalau lampu di Jalan protokol padam. Rawan rampok pula nanti, apalagi setiap malam di sana cukup sepi,” katanya mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *