batam.bursaenergiBatam (Antara Kepri) – Sebanyak 345 rumah di pulau-pulau penyangga Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai menikmati listrik tenaga surya yang dipasang Pemerintah Kota Batam, Rabu.
“Bantuan ini merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan. Tujuannya adalah untuk menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur dasar rumah tangga terhadap penyediaan listrik, khususnya yang tidak terjangkau oleh layanan PLN,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam Pebrialin di sela-sela peresmian Solar Home System di Batam, Rabu.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Batam dengan berbagi pembiayaan dengan Pemprov Kepri membantu pemasangan 345 solar home system dengan total anggaran Rp3.880.599.000.
Sebanyak 345 paket mesin listrik tenaga surya dipasang di 345 rumah warga di empat kecamatan pesisir, yaitu Bulang, Galang, Belakangpadang dan Nongsa.
“Ada enam lokasi di empat kecamatan yang menerima bantuan SHS tahun ini. Lokasi yang dipilih merupakan daerah yang tidak terjangkau listrik PLN,” kata Pebrialin.
Ia merinci, pemerintah menyalurkan 63 paket di Kecamatan Bulang, tepatnya di Pulau Cengkul RT 01 dan RT 02 Kelurahan Pantai Gelam dan sebanyak tujuh paket di Pulau Siali Kelurahan Kasu Kecamatan Belakangpadang.
Lalu 109 paket di Kampung Monggak RT 01 dan RW 02 Kelurahan Rempang Cate dan 102 rumah di Pulau Petong RT 01 dan RT 02 Kelurahan Pulau Abang. Keduanya berada di Kecamatan Galang.
Pemerintah juga menyalurkan 47 paket di Pulau Kubung RT 01 dan RT 03 dan 17 paket di Pulau Todak dan Pulau Malang RT 01 dan RT 03. Keduanya di Kecamatan Nongsa.
Pebrialin mengatakan penyaluran mesin listrik tenaga surya sudah dilaksanakan sejak 2011 demi menyelesaikan masalah kelistrikan di pulau-pulau yang belum terlayani PLN. “Hingga kini totalnya ada 1.903 rumah yang sudah menikmati listrik tenaga surya ini,” kata dia.
Di tempat yang sama, Ketua RT 02 RW 04 Kampung Monggak, Timo mengatakan penyaluran SHS membantu masyarakat mengurangi biaya listrik yang biasa ditanggung warga Rp 240 ribu per bulan.
“Dulu lampu hidup dari jam 18.00 WIB sampai 23.00 WIB, lalu kami ganti pakai lampu minyak tanah. Sekarang tak perlu seperti itu lagi, lampu sudah bisa nyala sampai pagi, jadi sangat terbantu. Dan kami sekarang sudah bisa mencuci baju pakai mesin cuci, kalau pakai genset tidak sanggup dayanya,” ujar Timo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *