Kondisi jalur Pantai Utara (Pantura), tepatnya di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedikit memprihatinkan. Bukan lagi masalah kerusakan jalan, tetapi ratusan lampu penerangan jalan nasional tersebut mati total.

Kondisi ini banyak dikhawatirkan oleh sejumlah pengemudi yang kerap melintasi jalur utama menuju Jakarta tersebut. Kebanyakan, mereka mengkhawatirkan adanya aksi kriminalitas begal motor yang saat ini marak terjadi di berbagai daerah.

Para pengemudi lantas mengadukan kondisi tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Saya dapat laporan dari masyarakat melalui media sosial di twitter. Akan saya cek biar langsung ditangani,” kata Ganjar, saat hendak melakukan kroscek lampu jalur Pantura Batang, Jawa Tengah, Rabu 4 Februari 2015.

Politisi PDI Perjuangan saat itu juga langsung mengkroscek sejumlah ruas jalan Pantura yang lampu penerangannya padam. Terbukti, deretan lampu jalan Pantura tepatnya di wilayah Kecamatan Timbang menuju Batang Kota semuanya padam. Padahal, jalur tersebut adalah jalur nasional menuju Jakarta.

Mengetahui hal itu, Ganjar sempat naik pitam. Ia, kemudian meminta petugas Dishubkominfo di lokasi untuk menghubungi pihak Kementerian Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab atas lampu penerangan di jalur utama Pantura Jawa.

Sing iso mbok hubungi wong pusat sopo? Tulung telpunen saiki tak omong. (Yang bisa dihubungi siapa? Telepon sekarang, saya mau ngomong?),” tegas Ganjar kepada salah seorang petugas.

Lewat sambungan telepon, Politisi PDIP itu, kemudian menayakan kapan masalah perbaikan lampu jalan segera dibereskan kepada petugas PU di Jakarta. “Apa, (perbaikan) sebelum Lebaran? Masak kelamaan pak. Masak benerin lampu lama? Umpama Lebaran terus besok mati, apa matinya sembuh tahun depan?” tuturnya.

Menurut Ganjar, komplain perihal lampu jalan yang mati oleh masyarakat di jalur Pantura sudah terlalu lama. Sehingga, hal itu harus segera diperbaiki, agar tidak menimbulkan kerawanan di jalanan.

Dia bahkan, meminta sejumlah perincian tentang titik-titik mati lampu di jalan nasional Jateng. “Sekarang harus dibenerin. Komplainya sudah lama. Apa saya ke Pak Menteri, saya minta titik di Pantura kurang lebih 170, ” jelas Ganjar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *