wsx4

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sekitar 360 titik kondisi jalan tidak mulus sepanjang ruas Jalan Raya Branti, Jalan Raya Haji Mena, dan Jalan Soekarno-Hatta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Potensi lakalantas di jalur sepanjang 40 kilometer itu semakin tinggi saat malam hari. Sebab, dari 512 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) hanya 78 titik PJU atau 15,2 persen yang menyala. Ketiga ruas jalan yang berstatus jalan nasional, memiliki dua jalur dan empat lajur. Untuk mengetahui kondisi penerangan Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera itu Tribun Lampung pada Rabu (14/1) malam, menelusuri satu jalur dengan titik awal di ujung selatan Jembatan Way Sekampung, Tegineneng hingga ujung Jalan Soekarno-Hatta di Kelurahan Pidada, Panjang, Bandar Lampung.

Jumlah titik PJU terbagi dua, yaitu PJU di median jalan sebanyak 407 titik, dan PJU di sisi jalan sebanyak 105 titik. Mayoritas PJU bersumber tenaga dari aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kecuali beberapa titik PJU di Jalan Raya Branti dan Jalan Raya Haji Mena, ada yang bersumber tenaga listrik dari tenaga surya.

Seluruh PJU tenaga surya berada di median jalan. Struktur PJU tenaga surya terdiri dari satu tiang dan satu lampu. Struktur tersebut serupa dengan PJU di sisi jalan. Dengan struktur tersebut, posisi lampu PJU tenaga surya terpasang berselang-selang. Misalnya, satu lampu di atas jalur menuju Bandar Lampung, lampu berikutnya di atas jalur dari Bandar Lampung.

Sementara, struktur PJU menggunakan listrik PLN di media jalan, memiliki struktur satu tiang dengan dua lampu, masing-masing untuk menerangi dua jalur yang ada. Untuk beberapa titik PJU di median jalan, jarak antara satu titik dengan titik berikutnya memiliki jarak yang sama, yaitu sekitar 100 meter.

Sumber : http://lampung.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *