PJU Palangkaraya

ANGGOTA Komisi B DPRD Pa­la­ngka Raya, Sugianoor me­nye­but ada beberapa lampu pe­nerangan jalan umum (PJU) sudah tidak berfungsi.

Jadi sudah sewajarnya PJU itu diperbaiki atau dilakukan pe­meliharaan agar bisa ber­fu­ngsi lagi.

Tidak berfungsinya PJU itu bukan hanya dari sepengeta­hu­an Sugianor, tapi juga dari laporan masyarakat. Bahkan be­berapa ruas seperti Jalan Hasanudin dan Raden Saleh hi­ngga kini belum ada pene­ra­ngan.

“Jalan Sultan Hasanudin dan Raden Saleh dibangun ta­man, namun tidak diimbangi­ dengan penyediaan lampu pe­nerangan, padahal fungsinya banyak positifnya. Ini meru­pa­kan aspirasi masyarakat,” ka­tanya.

Lalu Sugianor meminta di­nas tata kota segera membe­na­hi kawasan yang sudah ada PJU-nya, namun kondisi­nya mati. Misalnya di Pahandut Seberang.

Dimana PJU tenaga surya sudah lama tidak berfungsi. Jika tidak diterangi bukan ti­dak mungkin dimanfaatkan­ oknum untuk minum-minum, melakukan tindak ke­ja­hat­an, ataupun sekedar be­berapa anak muda untuk ber­pacaran.

Yang demikian itu menjadi­ tidak baik dipandang masya­rakat. Masalah PJU ini disam­paikan secara lisan saat ang­gota dewan melakukan re­ses.

Lantaran merupakan masu­kan dan aspirasi masyarakat yang menjadi konstituen, me­nurutnya wakil rakyat tentu wajib untuk menyampaikan ke­pada dinas teknis untuk bi­sa ditindaklanjuti.

“Selain diharapkan bisa mencegah perilaku negatif, ke­beradaan penerang juga membuat taman lebih cantik di­pandang.”

“Pada malam hari, masyara­kat bisa menikmati ta­man yang dibangun seke­dar­ ber­santai, tanpa khawatir­ akan digangu oknum yang tak bertanggungjawab,” se­butnya.

by borneonews.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *