plts-Barut.bursaenergiMuara Teweh, Jubi/Antara – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, segera mendistribusikan 133 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada 2015 untuk warga Desa Jamut Kecamatan Teweh Timur
“Saat ini barang (PLTS) sedang dalam tahap pengiriman dan diperkirakan pekan depan sudah ada di sini, kita harapkan paling lambat awal September 2015 disalurkan ke rumah-rumah warga,” kata Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Sarwo Mulyo, di Muara Teweh, Rabu (12/8/2015).
Menurut Sarwo, ratusan unit fasilitas listrik tenaga matahari itu akan disalurkan untuk kecamatan yang desanya tidak mendapat aliran listrik.
“Kita harapkan tahun depan alokasi PLTS untuk warga bertambah, karena sesuai surat dari Gubernur Kalteng, minimal 300 unit PLTS dialokasikan oleh kabupaten setempat,” katanya didampingi Kepala Seksi Listrik, Suriadi Musa.
Sarwo menjelaskan saat ini ribuan warga masyarakat tinggal di desa terpencil di sembilan kecamatan membutuhkan PLTS karena belum tersedia jaringan listrik dari PLN.
Pada tahun 2014 telah disalurkan sebanyak 95 unit PLTS untuk Desa Lampeong II Kecamatan Gunung Purei.
“Saat ini ribuan warga masyarakat tinggal di desa terpencil meliputi sembilan kecamatan membutuhkan PLTS karena belum tersedia jaringan listrik,” katanya.
Pada 2013 telah disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Teweh Timur yakni Desa Sei Liju 146 unit dan Dusun Malateken 66 unit serta Kecamatan Gunung Timang di Desa Pelari 88 unit.
Sedangkan pada 2012 disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Lahei yakni desa Rahaden 150 unit, Bengahon 10 unit, dan Hurung Enef 50 unit.
Program PLTS ini sudah dilakukan sejak 2006 hingga sekarang sudah terpasang sekitar lima ratusan unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei.
“Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan, dan kesehatan di desa terpencil,” katanya.
Satu unit PLTS berupa solar cell berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt.
Selama ini kecamatan yang belum menikmati listrik dari PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.
Meski di daerah pedalaman itu tersedia pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), namun hanya listrik di pedesaan, sedangkan sejumlah kecamatan lainnya sudah dilengkapi PLTD dari PLN setempat.
“Namun listrik PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibu kota kecamatan, sedangkan masyarakat tidak menikmati listrik masih banyak,” katanya.
By tabloidjubi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *