b6

 

Beberapa kampung di Merauke sudah menggunakan solar cell dalam memenuhi kebutuhan listrik. Namun, mereka kerap kesulitan kala terjadi masalah. Untuk itu, bengkel-bengkel solar cell mulai dibangun di sekolah-sekolah. Bengkel pertama di SMK Negeri III. Menyusul SMK Santo Antonius.

Marthin Rummar, Kepala SMKN III itu mengatakan, guna mendukung bengkel ini mereka menempatkan enam guru eletro enam dan menangani solar cell dua orang.

Sebelum dibangun bengkel, para  guru telah mengikuti pelatihan di Bandung dan WWF mengadakan diskusi terbatas mengenai implementasi bengkel solar cell dan energi terbarukan di Merauke.

Paschalina Ch Rahawarin, Southern Leader Yayasan WWF Indonesia Program Papua mengatakan, masyarakat sudah banyak memakai solar cell di Merauke. Terutama di pedalaman yang tidak terjangkau PLN.

Sejumlah kampung telah menggunakan solar cell, misal Kampung Yanggandur, Tomer, Kaliki, Buepe, Zanegi, dan Wayao. Pemanfaatan solar cell memiliki kesulitan tinggi terutama karena pemahaman kurang, penguasaan ekonologi masih rendah. Untuk itu, kala terjadi kerusakan, mereka kesulitan. Bengkel-bengkelpun perlu ada.

Solar cell, katanya, menggunakan energi matahari hingga bisa hemat. “Tidak memerlukan bahan bakar, dapat dipasang dimana saja dan dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Solar cell dapat sentralisasi.”

Dengan sistem sentralisasi ini listrik disalurkan melalui jaringan distribusi ke tempat-tempat yang membutuhkan. Bisa juga desentralisasi alias berdiri sendiri atau individual dan tak memerlukan jaringan distribusi.

Wanto Talubun, Fasilitator Kegiatan asal WWF Merauke mengatakan, solar cell dapat beroperasi otomatis dan manual, tanpa suara serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Alat utama menangkap sinar matahari, pengubah dan penghasil listrik adalah modul/panel solar cell. Dengan alat ini, sinar matahari menjadi listrik.

Benhur Renandatu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran menyambut baik pemasangan bengkel solar cell ini. Menurut dia, kebutuhan listrik memanfaatkan solar cell membantu guru di pedalaman yang belum tersentuh listrik negara. (ANB)

Sumber : http://www.mongabay.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *