banda aceh.bursaenergiBanda Aceh (ANTARA Aceh) – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) kini bisa menghemat listrik pada siang hari sebesar 3 KW x 7 jam per hari, menyusul beroperasinya perangkat energi matahari (solar cell).

Kepala BPKS Fauzi Husin di Banda Aceh, Kamis mengatakan, hibah perangkat energi solar cell yang diterima pada Februari lalu, mulai September 2015 sudah beroperasi dan bisa menghemat listrik dari PLN.

Fauzi menyatakan, hibah perangkat energi dengan daya sebesar 3 KW merupakan pilot project untuk menggunakan energi baru dan terbarukan dengan pemanfaatan tenaga matahari.

Dengan telah beroperasinya solar cell itu, diharapkan nantinya lembaga negara ini akan mengemat energi listrik pada siang hari sebesar kurang lebih 3KW x 7 jam perhari, dari pemakaian normal yang selama ini menggunakan daya listrik supply dari PLN.

“Adanya hibah solar cell itu, merupakan contoh dan dapat menjadi inisiasi bagi kita untuk selalu memulai pembangunan pemanfaatan energy baru terbarukan, seperti solar cell, tenaga angin ” jelas Fauzi.

Sebelumnya, Fauzi mengatakan, hibah ini direalisasikan setelah adanya penandatanganan perjanjian donasi yang dinamakan “The Letter of Donation Pledge” pada tahun 2014, pemasangan dilakukan pada Februari 2015 dan dioperasionalkan pada September 2015.

Untuk itu, dengan mulainya investasi dari PT Sabang Mirae Energy, Kepala BPKS juga menghimbau kepada semua pelaku usaha dan bisnis dapat melakukan investasi dengan adanya kemudahan-kemudahan yang dimiliki kawasan Sabang.

“Kita berharap, Sabang akan dilirik oleh investor dengan harapan akan tumbuhnya investasi di sektor energy, pelabuhan, pariwisata, perdagangan dan perikanan,” ujar Fauzi.

BPKS merupakan lembaga negara, berdiri sejak tahun 2000 sesuai dengan amanah UU No37 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU Nomor 2 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang menjadi undang-undang.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 83 tahun 2010, BPKS melalui Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) diberikan kewenangan untuk mengeluarkan perizinan di berbagai bidang seperti Bidang Perdagangan, Perindustrian, Penanaman Modal (Dalam Negeri dan Asing), Perhubungan.

Selain perizinan, PTSP juga diberikan kewenangan mengeluarkan sertifikasi seperti Angka Pengenal Importir (API) yang meliputi API-UMUM dan API-Produsen dan Surat Keterangan Asal (SKA).

Kemudian, PTSP juga melayani pelayanan dan perizinan administrasi seperti Izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing, Rekomendasi Visa Kerja (TA-01), Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan Pelayanan Visa On Arrival (VOA) serta Tanda Pendaftaran Tipe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *