PLTS.bursaenergiTRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ekonomi pedesaan akan menggeliat apabila masing-masing desa mau dan mampu membuat gebrakan dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa.
Hal itu diutarakan Pembina Peguyuban Merah Putih Bali (PMPB) Putera Astaman, dalam diskusi Publik yang digelar di Bali Rama City Hotel, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Selasa (19/1/2016).
Apabila itu bisa dilakukan, menurut Astaman, desa bisa memperoleh dana Rp 103 juta per bulan. Untuk membangun PLTS di Desa, caranya tidaklah sulit, hanya dibutuhkan dana Rp 5 miliar saja sebagai modal awal desa.
“Kalau desa nanti punya PLTS, maka desa bisa menggunakan peluang ini untuk bisnis. Bisnis menjual listrik ke PLN. Caranya, desa itu dengan modal Rp 5 miliar, mereka membeli PLTS, pembangkit listrik tenaga surya. Dia beli, dan membutuhkan lahan tanah kira-kira 30 are. Dari luas itu bisa menghasilkan listrik berkekuatan 0,25 MW atau 250.000 watt. Kalau itu dijual ke PLN, bisa mendapatkan uang sebesar Rp 103 juta sebulan, sehingga ekonomi desa menggeliat,” ujar Astaman.
Diskusi yang digelar selama tiga setengah jam itu dihadiri oleh anggota PMPB, perwakilan PLN, dan perwakilan dari Bidang Kesejahteraan Masyarakat  Pemerintah Provinsi Bali dan sejumlah pengusaha.
Rekomendasi strategi membangun desa melalui PLTS ini karena di Indonesia khususnya di Bali sangat potensial dengan tenaga surya ini.
Apalagi, menurut Astaman, bagi yang berada di daerah tropis katulistiwa, kekuatan sinar surya amat maksimal.
“Belakangan ini dunia, termasuk Indonesia, digalakkan oleh keterbatasan energi listrik berbasis fosil, karena selain tidak terbarukan ia juga polutof terhadap kemurnian udara kita. Orang melirik kepada green energi sebagai energi yang terbarukan seperti biofuel dan sumber energy berkelanjutan seperti angin, air, dan sinar surya. Di antara semua itu energi dari sinar surya merupakan sumber tidak terbatas,” tambah Astaman.
Ia belum lama ini sempat membicarakan ide tersebut ke Gubernur Bali Mangku Pastika, dan meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar mampu melihat peluang besar ini.
Sebab, sinar surya ada di mana-mana di seluruh penjuru mata air. Pun menurutnya rakyat Indonesia ada dimana-mana. Itu sebabnya, rakyat harus diikutsertakan dalam gerakan membangun PLTS itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *