listrik mikrohidroBANDA ACEH – Banyak potensi sumber daya listrik yang bisa dikembangkan di Aceh. Hal ini disampaikan Syukriyadin, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala saat dihubungi portalsatu.com via telpon, Jumat, 4 Desember 2015.
Syukri mencontohkan, pembangkit listrik mikrohidro. Meskipun bukan dalam skala besar, namun bisa memandirikan masyarakat-masyarakat desa pesisir. Kata dia, hal tersebut menjadi alternatif kelangkaan/krisis listrik selama ini jika dibangun pembangkit listrik tersebut.
“Sekarang ini para akademisi juga sedang mengembangkan mikro ini. Mikro-mikro kecil ini berpusat di suatu tempat atau kota. Namun, dari mikro-mikro kecil inilah yang bakal menjadi jaringan nanti,” katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan listrik bisa dihasilkan dengan kincir angin untuk daerah-daerah kepulauan dan pesisir. “Di Aceh sendiri kan banyak pulau-pulau, kalau ada niat bisa juga dari bidang energi angin menghasilkan listrik dan jika nantinya berhasil bisa dibeli oleh PLN energi yang sudah dibangkitkan itu,” ujar Syukri.
Lebih lanjut, katanya, kalau daerah-daerah pesisir daya energi yang ada bisa digabungkan dari tenaga angin menjadi hibrit. “Dari yang kecil-kecil itulah nanti ketika digabungkan menjadi besar,” katanya.
Begitu juga dengan tenaga tata surya yang menghasilkan listrik. “Kalau tata surya eksistensinya bagus. Misalnya, dalam jangka 20 tahun bisa berkurang lima persen dari tenaga surya. Meskipun tata surya ini investasi awalnya mahal,” ujarnya.
Namun, kata dia, pemeliharaan tata surya dalam jangka panjang. Jika mendung, hujan dan malam hari tata surya juga bisa menyimpan energi yang ditangkap dalam bank power.
“Kalau di negara-negara berkembang yang sudah mandiri mereka sudah memiliki tata surya di rumah-rumah penduduk,” ujar Syukri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *