JVC

JVC

SUKADANA – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Timur  (Lamtim) menggelar dengar pendapat pendapat (hearing) dengan Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) Lamtim, terkait kesiapan alokasi anggaran untuk pembayaran biaya lampu penerangan jalan (LPJ) yang ada di Lamtim, Selasa (26/5).

Saat usai melakukan hearing Ketua Komisi IV DPRD Lamtim Akmal Fatoni mengatakan, bahwa hearing yang dilakukan dengan DP2KAD Lamtim yakni terkait mengenai kesiapan alokasi anggaran untuk pembayaran biaya LPJ yang ada di Lamtim. Bahkan, ia berharap agar LPJ, jangan sampai ada pemadaman karena terkait tidak kesiapan alokasi anggaran untuk pembayaran biaya LPJ di Lamtim kepada pihak PLN.

Kalau melihat kejadian seperti tahun lalu, pemadaman LPJ terjadi selama 4 bulan, yakni dari bulan Oktober–Desember. Hal ini terjadi dikarenakan anggaran yang tidak mencukupi. Maka dari itu, DPRD meminta terhadap DP2KAD untuk melakukan persiapan anggaran yang cukup untuk biaya lampu jalan tersebut, kalau anggarannya kurang maka, DPRD meminta agar dianggarkan sesuai dengan kebutuhan.

”Sementara selama ini dari keterangan yang kami terima untuk pembayaran lampu jalan yang ada secara keseluruhan hampir mencapai Rp600 juta,” jelasnya.

Untuk itu, DPRD juga meminta agar jumlah keseluruhan lampu jalan yang ada di Kabupaten Lamtim ini dapat didata secara keseluruhan. Karena sekarang ini lampu penerangan jalan di sejumlah jalan yang ada di Lampung Timur ini sudah banyak yang tidak berfungsi lagi.

”Oleh karena itu, kami meminta terhadap pemerintah Lamtim agar lampu jalan yang sudah tidak berfungsi lagi supaya dapat segera diperbaiki juga, ”terangnya.

Smentara dalam Hearing tersebut yang dihadiri juga oleh PLN Sukadana, DPRD Lamtim meminta untuk  Corporate Social Responbility  (CSR) dari PLN yang selama ini dialokasikan untuk rumah ibadah, dapat dialihkan untuk lampu jalan yang menggunakan tenaga surya. ”Kami juga meminta kepada PLN dalam CSRnya dapat dialihkan untuk pemasangan lampu jalan namun yang menggunakan tenaga surya sehingga tidak membebankan Pemda dalam tagihannya. Karena selama ini CSR dari PLN dialokasikan untuk rumah ibadah saja,” pungkasnya.

By www.radarmetro.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *