Hal yang sama disampaikan Ny Sumirah salah seorang pedagang Pasar Songgolangit, Kabupaten Ponorogo. Perempuan ini mengaku was-was saat berjalan pada malam hari melalui jalur yang dipasangi lampu JPU tenaga surya itu. Alasannya, karena banyak lampu tak menyala menyebabkan jalan terlihat gelap guliat. Padahal, setiap hari pekerjaannya harus berangkat dini hari. Apalagi, dirinya sebagai pedagang sayur-sayuran.

lampu-pju

“Kami menduga mesinnya tak bisa menyimpan tenaga surya sehingga saat malam hari tak menyala,” imbuhnya.

“Pokoknya takut dan ngeri kalau melintas jalur Siman (Madusari) hingga Bulog. Karena kondisinya gelap gulita karena banyak lampu PJU yang terapsang tidak menyala. Kalau dilihat bola lampunya masih utuh. Begitu juga kotak mesin di tengah tiang juga utuh tapi tidak menyala,” ungkapnya.

Selain itu, Ny Sumirah mengaku menyesalkan proyek itu. Alasannya, karena lampu PJU itu menggunakan tenaga surya membutuhkan biaya besar. Apalagi, baru beberapa bulan dipasang sudah banyak yang tak menyalah.

“Wong baru dipasang banyak yang tak menyalah, jelas anggarannya sia-sia karena pasti menggunakan anggaran tidak sedikit memasangnya,” tegasnya.

Sementara secara terpisah Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Ponorogo Winarko Arief Tjahjono mengaku pihaknya tak tahu menahu soal lampu PJU tenaga Surya di jalur Ponorogo – Pacitan dan Ponorogo Trenggalek itu menyalah atau padam. Alasannya, yang memasang lampu PJU itu adalah Dishub Propinsi Jawa Timur.

“Itu bukan kewenangan Dishub Pemkab Ponorogo. Karena lampu-lampu itu dipasang oleh Dishub Propinsi Jatim,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *