Pengadaan PJU tenaga surya terindisikasi terjadi penyelewengan. Warga Koto Gasib, siak minta aparat penegak hukum mengusutnya.

PJU TENAGA SURYA SIAK

PJU TENAGA SURYA SIAK

Adanya dugaan isu penyimpangan dalam proyek pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ditiap kecamatan di Kabupaten Siak, warga Kecamatan Kotogasib minta penegak hukum melakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran dugaan tersebut.

Kamis (14/8/14), seperti dikatakan Adi (41), warga Kecamatan Kotogasib kepada riauterkinicom bahwa, saat ini kondisi PJU PLTS tersebut sudah tidak hidup lagi, dan ada juga yang dicuri orang.

“Lampu-lampu tersebut tidak hidup lagi, selain itu ada juga yang dicuti orang. Untuk itu, kejaksaan, polisi, dan KPK diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap adanya isu dugaan korupsi dalam pengadaan lampu-lampu tersebut,” ujar Adi.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Taman, makan, dan pemeliharaan PJU Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Siak Ali Amran, kepada riauterkinicom beberapa hari lalu bahwa, pemasangan lampu penerengan jalan dengan sistem PLTS tersebut ada di 13 kecamatan se-Kabupaten Siak yakni Kecamatan Kerinci Kanan sebanyak 20 unit lampu, Kecamatan Dayun 20 unit lampu, KecamatanTtualang 40 unit lampu, Kecamatan Minas 40 unit lampu, Kecamatan Kandis 40 unit lampu, Kecamatan Pusako 20 unit lampu, Kecamatan Sei Apit 40 unit lampu, Kecamatan Mandau 60 unit lampu, Kecamatan Sabak Auh 40 unit lampu, Kecamatan Lubuk Dalam 20 unit lampu, Kecamatan Bunga Raya 40 unit lampu, Kecamatan Siak 40 unit lampu, dan Kecatan Kotogasib 20 unit lampu.

Dan harga lampu penerangan jalan sistem PLTS tersebut berbeda-beda di tiap kecamatan, hal itu dibenarkan Ali Amran.”Ya, dari Rp35 juta HPS kita, hasil dalam lelang harganya berkisar Rp30 juta hingga Rp33 juta per tiangnya,” ungkapnya. Namun ia enggan menyebutkan rincian harga ditiap-tiap kecamatan tersebut.

Selain itu, masing-masing rekanan yang mengerjakan proyek lampu tersebut terdapat harga yang berbeda-beda akan tetapi mereknya sama.

lampu PLTS itu merknya sama akan tetapi harganya berbeda, seperti di Kecamatan Dayun dan Kotogasib. Di dua kecamatan itu lampu dikerjakan kontraktor yang berbeda, tetapi memakai merk yang sama yakni Philip, sementara harganya juga berbeda.

“Itu tergantung kontraktornya, mungkin masing-masing mereka memiliki kedekatan lain ke penjual, atau salah satu di antara mereka bisa menawar lebih rendah. Paling juga perbedaannya tidak banyak,” terangnya.

Ditambahkan Ali, dalam pengerjaan lampu jalan PLS itu, banyak poinnya. “Kan banyak poinnya, mungkin mereka bermain pada pondasi, pembuatan tiang, kami tidak tahu,” ungkapnya.***(vila)

One Response to Dugaan Penyimpangan PJU Tenaga Surya Pemkab Siak Diusut
  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai tenaga surya.Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai tenaga surya yang bisa anda kunjungi di tenaga surya


[top]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *