gambar7

Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumenep berencana mengubah penerangan jalan umum (PJU) di ‘double way’ Jl. Trunojoyo dari murni tenaga listrik, menjadi PJU dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Kepala ESDM Sumenep, Abd. Kahir, Selasa (21/05/13) menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menyusun ‘grand design’ untuk PJU bertenaga surya. Ditargetkan pada tahun 2014 rencana tersebut dapat direalisasikan.

“Kami tengah merencang, di titik mana saja PJU dengan tenaga surya itu akan dipasang. Tapi memang prioritas kami di sepanjang Jl. Trunojoyo yang menjadi jalan protokol di kota Sumenep,” katanya.

Menurut Kahir, dalam rancangan yang akan diajukannya, penggunaan PJU bertenaga surya menggunakan perbandingan 1:3. Artinya 1 PJU menggunakan listrik, dan 3 PJU menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Itu dimaksdkan agar ada alternatif. Misalnya musim hujan, atau PLTS mengalami gangguan, kan masih ada PLN,” ujarnya.

Lebih lanjut Kahir memaparkan, untuk PJU menggunakan PLTS, pihaknya telah memasang di 30 titik di Kecamatan Saronggi, Bluto, dan Batang-batang. Masing-masing kecamatan terpasang 10 titik PJU bertenaga surya. “PJU bertenaga surya di 3 kecamatan tersebut menjadi ‘pilot project’ untuk program PJU dengan tenaga surya di kawasan kota Sumenep tahun depan. Dari hasil evaluasi, 30 titik PJU dengan tenaga surya yang sudah kami pasang itu berjalan lancar dan ‘saving’ energinya besar,” terangnya.

Ia menambahkan, rencana penggunaan PJU bertenaga surya tersebut sebagai upaya penghematan anggaran, mengingat berdasarkan hasil komunikasi dengan Komisi B DPRD Sumenep, biaya PJU yang harus dibayar Pemkab lebih besar dibanding pemasukan dari pajak PJU. “Makanya kami mengajukan pemasangan PJU dengan tenaga surya. Ini diharapkan bisa menghemat anggaran milayaran rupiah,” ungkapnya.

Tagihan listrik untuk penerangan jalan umum (PJU) di Sumenep tahun 2012 mencapai Rp 9,7 milyar. Padahal pemasukan dari pajak penerangan jalan umum hanya sebesar Rp 7,5 milyar. Artinya Pemkab ‘tekor’ Rp 2,2 milyar untuk membayar tagihan PJU.

Di Kabupaten Sumenep terdapat 3.200 titik penerangan jalan umum yang menjadi beban Pemerintah Daerah. Ribuan penerangan jalan umum tersebut tersebar di 3 rayon PLN, yakni Sumenep, Ambunten, dan Pragraan. Rata-rata tagihan per bulan Rp 800 juta. Tagihan terbesar berada di rayon Sumenep.

 Sumber by www.beritajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *