Roof TopNusa Dua -Dalam APBN 2016, Kementerian ESDM mengalokasikan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk pengembangan aneka energi terbarukan, diantaranya untuk pemasangan solar cell atau panel surya di atap Istana Negara, kantor-kantor pemerintahan, bandara, hingga Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau penjara.

Solar cell tersebut fungsinya untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Dengan begitu, sebagian pasokan listrik yang dibutuhkan istana hingga penjara bisa diperoleh dari sinar matahari.

Sebenarnya Kementerian ESDM sudah merencanakan pemasangan solar cell roof top sejak tahun ini, namun tidak terlaksana karena ada keterlambatan lelang.

“Kemarin (2015) kita sudah mengalokasikan anggaran untuk di Istana Negara, kantor Kemenko Perekonomian, Kantor BKPM. Sudah dilelang, tapi gagal lelang karena kontraktor merasa waktunya terlalu singkat. Sekarang kita anggarkan lagi untuk 2016,” ujar Direktur Aneka Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Maritje Hutapea, kepada detikFinance di sela-sela Bali Energy Forum, Nusa Dua, Sabtu (21/11/2015).

‎Selain di Istana Negara, Kemenko Perekonomian, dan Kantor BKPM, Maritje menyebut bahwa solar cell roof top juga akan dipasang di atap bandara, kantor-kantor pemerintah daerah, hingga LP Cibinong.

‎”Ada juga di Bandara. Kemudian kantor-kantor pemerintah daerah. Ada juga LP di Cibinong minta dipasang karena mereka agak kurang listriknya,” ucapnya.

Maritje optimis di 2016 proyek pemasangan solar cell dapat terlaksana karena persiapannya lebih baik, lelang akan dilakukan lebih awal agar kontraktor pemenang lelang punya cukup waktu mengerjakannya. “Mudah-mudahan bisa terlaksana karena persiapannya lebih bagus,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *