PEKANBARU-Upaya mengganti bola lampu penerangan jalan umum (LPJU) menjadi hemat energi memerlukan biaya yang sangat tinggi. Biaya penggantian bola lampu ditaksir Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru mencapai sebesar Rp89miliar.‎

Bola lampu jalan yang saat ini difungsikan di ribuan titik sebesar 250-500 watt. Itu dinilai sangat tidak hemat energi. Sehingga perlu diganti dengan lampu yang lebih rendah wattnya menjadi 100-140 watt setiap lampu.

Kabid Pertamanan DKP Kota Pekanbaru, Rayendra mengatakan untuk menurunkan daya listrik menjadi lebih hemat energi tidak ada yang lain selain mengganti bola lampu bertegangan lebih rendah. Sehingga lebih hemat tagihan listrik terhadap PLN.

“Sekarang lampu 250-500 watt, agar lebih hemat diganti dengan lampu 100-140 watt. Bola lampu yang harus diganti totalnya mencapai 23 ribu titik,” ujar Rayendra kepada Riauterkini.com.

Penggantian bola lampu merupakan upaya hemat energi yang dinilai DKP Pekanbaru, perlu direalisasikan secepatnya. Mengingat tagihan listrik PLN terus mengalami kenaikan dalam setiap tahunnya.

“Tagihan listrik jika dihitung per tahunnya bisa mencapai Rp80 miliar, tetapi jika diganti lebih hemat bisa turun sampai Rp40 miliar, kenaikan TDL sudah terjadi beberapa kali, ini alasannya,” katanya.

Ditambahkan Rayendra, DKP Pekanbaru telah melaksanakan meterisasi lampu jalan. Lampu jalan mulai dipasang KWH listrik untuk mengetahui tagihan listrik PLN. Hal itu juga untuk memudahkan mengetahui tagihan listrik yang sebenarnya.

“Jadi meterisasi terus dilaksanakan, dari 23 ribu titik sudah 8 ribu titik yang sudah dimeterisasi,” katanya.‎

riauterkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *