gambar 4

Terobosan baru untuk menghemat pembakaran Solar setelah mampu menghasilkan 20 persen tenaga listrik dari tenaga air (PLTMH) dari seluruh pemakaian tenaga listrik di Kabupaten Gayo Lues,saat ini Pemkab melalui Dinas Pertambangan dan Energinya,mulai memasang tiang lampu untuk penerang jalan dimalam hari,dengan menggunakan tenaga matahari atau yang dikenal dengan tenaga surya.

Dari pantauan alabaspos para pekerja hari ini sabtu 22/6/2013 terlihat memasang tiang lampu disepanjang kawasan menuju komplek perkantoran Pemkab.

Kadis Pertambangan dan Energi Gayo Lues.Ir.Rasyidin Porang saat dikonfirmasi soal pemasangan tiang lampu jalan itu membenarkan,bahwa untuk sementara akan ada pemasangan tiang lampu penerang jalan dimalam hari sebanyak 70 tiang,yang akan dipasang dikawasan komplek perkantoran Pemkab,Kota Blang Kejeren dan sebagian lagi dari arah Desa Gunyak menuju arah Kutapanjang.

Rasyidin Porang juga menjelaskan penggunaan lampu penerang jalan dari tenaga surya merupakan sebuah alternatif,selain dapat menghemat pembakaran minyak solar beban rekening listrik untuk setiap bulannya,untuk lampu penerang jalan cukup besar mencapai lebih dari Rp 70 juta”pemasangan lampu ini selain menghemat energi juga menghemat pengeluaran anggaran daerah,sedangkan anggaran dari proyek lampu jalan tenaga surya ini dianggarkan sebesar Rp 2,5 Milyar dari Dana Otsus APBA tahun 2013.dan ini akan dapat digunakan dalam waktu lama,tentunya harus dirawat dan dijaga dengan baik,oleh masyarakat terutama dari kejahatan pencurian dari alat alat atau bateray yang ada sebagai penyimpan energi matahari yang tersimpan dalam bateray itu,dan lokasi pemasangan tiang memang tidak jauh dari rumah warga agar dapat diawasi dan dijaga warga” jelasnya.

Masalah adanya desa yang saat ini belum ada penerangan listrik,Rasyidin Porang mengatakan untuk saat ini dari 144 desa di Gayo Lues,hanya satu desa lagi yang belum ada listriknya,yakni desa yang sangat terpencil yaitu desa Lesten,namun sebut Rasyidin Porang pihaknya akan membangun tenaga listrik dari tenaga surya,dengan sistem satu central artinya,penangkapan sinar matahari melalui Cell akan dilakukan dalam satu kawasan,kemudian dialirkan ke rumah penduduk dengan jaringan kabel,ini berfungsi untuk mengawasi keamanan dari peralatan listrik itu sendiri.sedangkan anggarannya dari kementerian Kawasan tertinggal”Insya Allah pihak Kementerian sudah setuju untuk membangun listrik tenaga surya itu di Lesten tahun ini juga,papar Rasyidin Porang.

Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim saat dikonfrimasi mengenai pemasangan tiang lampu jalan tenaga surya via ponselnya hanya mengatakan” Diharapkan dapat mengirit pengeluaran pemkab terhadap rekening lampu jalan,Sedangkan Wabup Adam,menjelaskan dirinya tidak berkomentar banyak namun energi terbarukan akan terus dikembangkan dan dirinya yakin suatu saat di Gayo Lues akan ada penemuan BBM baru yang diproses dari tanaman masyarakat,tanpa menyebutkan jenis tanamanya.

Sumber By www.alabaspos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *