PJUTS Hybrid Kudus
Kudus –Pemerintah Kabupaten Kudus dipercaya untuk mengujicoba lampu ramah lingkungan yang memanfaatkan tenaga surya (solar cell) yang digabungkan dengan tenaga angin sebagai lampu penerangan umum.
Lampu yang menggunakan dual sistem untuk pengisian baterai tersebut, dipasang di empat sudut Alun-alun Kudus. Dua di antaranya berada di sisi Utara Alun-alun, dan sisanya terdapat di sebelah selatan.
”Baru dipasang siang tadi sekitar jam dua. Untuk satu tiang membutuhkan satu jam untuk memasang,” katanya Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus Sumiyatun, Jumat (26/8/2016). Dia mengatakan, lampu ramah lingkungan dengan dual sistem pengisian daya listrik tersebut, diklaim baru pertama diujicobakan di Indonesia Dan Kudus menjadi lokasi pertama dalam kesempatan itu.
”Ada tawaran dari perusahaan asal Jakarta, jadi kami mencobanya dengan meminta dipasang di Simpang Tujuh. Rencananya lokasi kedua akan berada di Papua,” ujarnya. Keuntungan lain, kata dia, uji coba ini diberikan secara cuma-cuma. Sehingga tidak membutuhkan biaya sedikitpun untuk membayarnya. Tidak hanya itu, pabrikan yang berteknologi Cina itu, memberikan garansi hingga tiga tahun. Sehingga, selain gratis, garansi juga masih diberikan.
Lampu di perangkat itu bisa otomatis menyala secara otomatis mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Kincir angin dan panel surya bisa bergantian mengisi listrik ke penampung daya. ”Jadi meskipun musim hujan, namun lampu masih dapat terisi lantaran ada baling baling nya. Sehingga lokasi masih tetap terang,” ujarnya
Sumiyatun menambahkan, perusahaan itu tertarik menggandeng Pemkab Kudus karena dinilai aktif mengembangkan teknologi ramah lingkungan hingga mendapat penghargaan Adipura tahun ini. ”Lampunya berdaya 50 Watt, serta memiliki penerangan setingkat 150 Watt. Hal itu karena teknologi yang canggih serta menggynakan lampu LED,” imbuhnya.

 

Sumber Berita By www.koranmuria.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *