BONTANG – Lampu jalan dan sollar cell sepanjang jalan Bontang Lestari dan Pupuk Raya raib.  Akibatnya jalan gelap gulita ketika malam. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bontang Tavip Nugraha menyayangkan tahan jahil yang mengambil baterai lampu.

Baterai solar cell tersebut dikatakan Tavip Nugraha, senilai Rp25 juta per buah. Sehingga kemungkinan banyak tangan jahil yang tak bertanggungjawab mengambil baterai tersebut. Dikatakan Tavip, karena banyak baterai solar cell yang dicuri, maka Pemerintah melakukan penunjukan langsung (PL) untuk mengganti system solar cell dengan lampu PLN dengan daya listrik.

“Kita anggaran Rp200 juta untuk penerangan jalan. Jadi kita ganti lampu solar cell dengan lampu PLN, aliran daya listrik. Nah untuk listriknya,  kita minta PKT supaya disambungkan jaringannya, sementara kita hanya membeli lampu LED dan kabel-kabelnya,” ujar Tavip Nugraha. Adapun anggaran sebesar Rp200 juta tersebut, dijelaskan Tavip, untuk penerangan jalan yang hilang sebanyak 18 titik yang tersebar di Bontang.

“Kita antisipasi yang gelap-gelap. Target Desember akhir harus sudah selesai,” ujarnya. Walau demikian, Tavip mengakui lampu solar cell yang hilang ada 24 titik. “Totalnya ada 24 titik, ada yang dicuri dan ada yang rusak. Sementara yang  yang masih bisa bertahan satu  baterai untuk sementara tetap menyala, hanya saja ketahanannya hanya bertahan sampai jam 1 malam, karena biasanya pakai dua baterai untuk dua lampu. Tapi ini satu baterai untuk dua lampu,” katanya. Fenomena lampu solar cell yang selalu dicuri, dikatakan tavip, ke depannya mereka akan memikirkan bagaimana cara pengamanan baterai solar cell, sehingga sulit dicuri. Selain itu akan mencoba teknologi baru.

“Untuk saat ini, setiap ada solar cell yang hilang, kita buat berita acara dan laporan ke polisi,” kata Tavip. Mengenai kerugian yang dialami PU terkait banyaknya batarai solar cell yang hilang, Tavip mengatakan, sudah mencapai ratusan juta. Sebab tiap baterai harganya mencapai Rp25 juta per unitnya. “Belum lagi yang punya Dinas Pertamanan dan dekat TPA untuk penerangan kok dicuri juga,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *