Kapal Tenaga Surya.bursaenergiKapal bertenaga surya sedang diuji coba di Indonesia, Kapal itu diharapkan bisa digunakan untuk para nelayan jika efisien dari sisi biaya investasi dan operasional.
Di Jateng, uji coba dilakukan Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) di Kota Semarang. Kepala BBPPI Bambang Ariadi mengungkapkan, pihaknya menguji coba teknologi itu. Belum ada kerja sama yang disepakati. Uji coba itu untuk melihat apakah pemakaian kapal bertenaga surya itu lebih menguntungkan nelayan dibandingkan jika memakai solar.
Menurut pihak pengembang, kapal bertenaga surya itu didesain untuk satu hari tangkapan. Kapal itu bisa dioperasikan untuk perjalanan lebih dari satu hari jika sinar matahari terus bersinar saat siang untuk pemakaian langsung tanpa disimpan.
Untuk kapal ukuran 2 gros ton, misalnya, butuh 6 panel surya, 12 baterai untuk menyimpan daya listrik, dan 2 mesin. Ada dua metode yang bisa dipakai, yakni monosolar dan polisolar. Monosolar memakai sinar matahari langsung untuk menggerakkan mesin. Adapun polisolar memungkinkan sinar matahari atau panas disimpan dalam baterai untuk digunakan.
Saat diuji coba, mesin tak bising seperti mesin kapal dengan bahan bakar solar. Tak ada residu atau polusi yang ditimbulkan. Kapal nelayan bisa melaju dengan kecepatan 8,0 kilometer per jam, menempuh jarak 25 kilometer dan menghabiskan 40 persen dari total daya pada baterai.
Pemakaian kapal tenaga surya itu butuh biaya investasi awal Rp 250 juta untuk satu kapal 2 GT. Lalu, nelayan tak perlu mengeluarkan biaya bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *