morotai.bursaenergiPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kepulauan Morotai, Maluku Utara. Di Morotai, Jokowi meresmikan 8 pembangkit listrik energi terbarukan di kawasan Indonesia timur yang salah satunya ada di Morotai.

Secara simbolis, Presiden meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Morotai, Maluku Utara, Selasa (5/4/2016). Jokowi didampingi Menteri ESDM Sudirman Said yang sudah tiba lebih dahulu. “Ini perlu saya sampaikan, kekurangan listrik bukan hanya di satu provinsi, hampir di semua provinsi, setiap ke daerah pasti keluhannya listrik nomor satu,” kata Jokowi mengawali sambutannya.

Jokowi menjelaskan, selama ini problem dalam pembangunan pembangkit listrik adalah di perizinan. Oleh karena itu, Presiden telah memerintahkan agar jalur perizinan pembangunan pembangkit listrik dipangkas. “Sebetulnya hanya satu sebabnya, perizinan kita bertele-tele. Kebanyakan izin untuk bangun pembangkit listrik butuh 59 izin, mengurusnya butuh 4-6 tahun, itu baru izinnya saja belum bangunnya. Ini yang harus diselesaikan. Kedua masalah pembebasan lahan, ini juga menghabiskan tenaga,” jelasnya.

Resmikan 8 Pembangkit Listrik Terbarukan

Adapun 8 pembangkit listrik energi terbarukan yang diresmikan secara simbolis oleh Presiden antara lain:

1. PLTS Wawama, Morotai (350 kilo watt)
2. PLTS Harapan Jaya, Misool, Raja Ampat (15 kilo watt)
3. PLTS Tutukembang, Nirunmas, Maluku (250 kilo watt)
4. PLTS Bomaki, Maluku Tenggara (100 kilo watt)
5. PLTS Adaut, Maluku Tenggara Barat (100 kilo watt)
6. PLTMH Temel, Kabupaten Maybrat (280 kilo watt)
7. PLTS Warapko, Boven Digoel (100 kilo watt)
8. PLTS Kampung Sota, Merauke (100 kilo watt)

Kepada masyarakat, Presiden berpesan agar pembangkit listrik yang sudah dibangun bisa dijaga. Meskipun kapasitasnya tidak besar, namun sangat berguna bagi masyarakat di pedesaan. “Saya senang sekarang di sini dibangun PLTS, meskipun kecil tapi bermanfaat. Saya titip satu saja, masalah pemeliharaan. Orang Indonesia ini paling tidak bisa merawat, bangunnya pintar, buatnya pintar, tapi merawatnya nggak bisa. Jangan mbonganmbangun tapi merawatnya nggak bisa,” tegasnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari untuk menjadi energi listrik melalui photovoltaic module (green energy) sehingga menjadi suatu pembangkit yang terbarukan, lebih efisien, efektif dan handal untuk dapat menyuplai kebutuhan energi listrik.

Sementara itu, Dirut PT LEN Industri (Persero), Abraham Mose menambahkan, PLTS Wawama dibangun di desa Daruba/Wawama, Morotai. Beban siang PLTS sebesar 140 kVA. PV Array merupakan rangkaian dari beberapa modul Photovoltaic yang mengubah energi dari matahari menjadi energi listrik.

Hasil tegangan dari PV Array yang yang berupa tegangan DC ini kemudian dialirkan ke On Grid Inverter yang berfungsi mengubah tegangan DC dari PV Array menjadi tegangan AC 3 fasa. “Output dari On Grid Inverter ini kemudian akan dialirkan ke Trafo Step Up dan terhubung ke jaringan PLN yang dibangun PT Surya Energi Indotama yg merupakan anak perusahaan PT LEN Industri,” terang Abraham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *