Aktivis lingkungan Bertrand Piccard punya cara unik untuk mempromosikan potensi energi terbarukan. Ia berencana terbang keliling dunia menggunakan pesawat bertenaga matahari Solar Impulse.

“Rencana kami untuk terbang siang dan malam dengan energi terbarukan adalah untuk menunjukkan bahwa tidak ada batasan dalam memanfaatkan energi ini,” kata Piccard dalam Konferensi Energi Masa Depan Dunia di Abu Dhabi.

Dokter berusia 51 tahun itu akan terbang selama 20 hingga 25 hari, dengan kecepatan rata-rata 70 kilometer per jam. Ia akan bergantian terbang dengan Andre Borschberg,  bekas pilot tempur Swiss.

“Kami percaya jika pesawat ini bisa terbang keliling dunia tanpa menggunakan bahan bakar fosil, maka hal ini juga bisa dilakukan pada kendaraan, sistem pendingin ruangan, komputer dan lainnya,” ujar Bertrand Piccard.

Purna rupa Solar Impulse menjalani uji coba pertamanya di Zurich bulan Desember lalu. Pesawat ini dibuat dari serat karbon, panel surya sepanjang 64 meter dipasang di sayap pesawat.

Panel surya ini menyerap energi matahari saat terbang siang hari dan pada saat yang sama menyimpan energi di batere lithium untuk penerbangan malam.

Pesawat ini memiliki empat mesin, masing-masing memiliki kekuatan maksimum 10 tenaga kuda. Piccard mengatakan, meskipun panjang sayapnya hampir menyamai Airbus A340,  berat Solar Impulse hanya 1600 kilogram.

Saat ditanya alasannya memilih cara tidak biasa dalam mempromosikan energi terbarukan, Piccard mengatakan, dirinya berasal dari keluarga petualang yang peduli pada lingkungan dan sumber daya alam.

“Kakek saya adalah orang pertama yang terbang dengan balon udara hingga stratosfer, dan ayah saya pada 1960 melakukan eksplorasi bawah laut,” katanya.

Pada 1999 Piccard dan Brian Jones menjadi orang pertama yang berhasil menyelesaikan terbang non stop keliling dunia dengan balon udara.

Sumber: AFP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *