Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Anom Suroto, menyarankan Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertanaman menggunakan lampu jalan tenaga surya seperti yang telah dilakukan di jembatan Maredan, Kabupaten Siak. “Dari sisi biaya yang dikeluarkan setiap bulannya untuk membayar rekening listrik ke PLN, dengan menggunakan lampu jalan tenaga surya ini tidak diperlukan lagi. Di samping itu, anggaran untuk membeli kabel jaringan juga tidak dibutuhkan lagi,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bengkalis ini.

Dengan begitu, kata Anom, banyak anggaran yang seharusnya keluar tidak harus keluar lagi bila menggunakan tenaga surya ini. Untuk itu, ia minta jika tahun ini ada anggaran untuk pengadaan lampu jalan supaya menggunakan tenaga surya.

Anom Yakin, setiap bulan, puluhan juta atau bahkan ratusan juta uang APBD yang harus dikeluarkan untuk membayar rekening tagihan lampu jalan. Jika dikalikan dalam setahun bisa mencapai miliaran. “Kalau dana itu dikumpulkan untuk membangun jaringan listrik di daerah-daerah yang belum menikmati listrik, coba bayangkan berapa kilometer jaringan yang bisa dibangun. Ini baru setahun, bagaimana kalau dua tahun, tiga tahun dan seterusnya,” jelasnya.

Diakui Anom, mungkin untuk tahap awal pengadaan lampu jalan tenaga surya ini costnya cukup besar. Tapi, biaya untuk operasional setiap bulannya hampir tidak ada karena memakai tenaga surya.

“Dampak lainnya, daya listrik yang sebelumnya terpakai untuk lampu jalan ini bisa dihemat dan dialihkan untuk keperluan rumah masyarakat yang belum menikmati listrik,” imbuhnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *