Lampu tenaga surya PNPM.bursaenergiSejumlah tiang lampu penerangan jalan tenaga surya bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kelurahan Selindungbaru, Pangkalpinang tidak memiliki lampu.
Pantauan bangkapos.com di lingkungan RW 02, Kelurahan Selindungbaru, Kamis (10/3/2016) di RT 06 sedikitnya 3 tiang tidak ada lampunya, sedangkan di RT 05 hanya 1 titik saja.
Informasi yang berhasil dihimpun bangkapos.com di lapangan menyebutkan proyek pembangunan belasan titik lampu penerangan jalan tenaga surya di lingkungan RW 02 Selindungbaru itu merupakan proyek PNPM Perkotaan tahun anggaran 2012.
Alokasi anggaran proyek PNPM di sana mencapai Rp 1 miliar. Dana senilai itu juga termasuk proyek kegiatan lainnya.
Dalam pelaksanaannya dibangun hanya di sejumlah RT yang berada di kawasan RW 02 diantaranya di RT 05 dibangun sebanyak 16 titik lampu, RT 06 sebanyak 13 titik, dan di RT 07 sebanyak 2 titik.
Susilawati, Koordinator Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) membantah jika proyek PNPM di lingkungan RW 02 Selindungbaru diduga bermasalah khususnya soal sejumlah lampu penerangan jalan tenaga surya.
Namun ia tak menyangkal jika sejumlah titik lampu itu sampai saat ini tidak terpasang. “Iya memang betul ada sejumlah lampu itu kondisinya kini ada yang tidak terpasang. Hal itu karena waktu kita mau beli teryata kurs dolar naik, jadi pembelian untuk lampu itu ditunda mengingat keterbatasan dana yang ada pada waktu itu,” jelas Susilawati saat ditemui bangkapos.com di kediamannya lingkungan RW02 RT 05 Selindungbaru, Kamis (10/3/2016) sore.
Ketika disinggung seperti apa pertanggungjawaban kegiatan PNPM Perkotaan khususnya proyek pembangunan lampu tenaga surya di sejumlah RT di RW 02 tersebut, menurutnya laporan itu sudah dibuat oleh pihaknya dalam berita acara untuk dilaporkan ke pihak PNPM Perkotaan.
Soal berapa biaya pemasangan per titik lampu penerangan jalan tenaga surya itu, Susilawati tak bisa menjelaskan secara rinci dengan alasan dirinya saat ini tak lagi memegang berkas atau dokumen proyek tersebut. “Yang saya tahu untuk pembangunan lampu tenaga surya itu totalnya sekitar 27 atau 28 titik yang akan dibangun pada tahun itu,” jelasnya.
Terpisah, Yusuf selaku pihak PNPM Perkotaan, juga membantah jika proyek tersebut bermasalah. Menurutnya, sejumlah lampu tenaga surya terlihat tidak terpasang di sejumlah RT itu dicuri orang. “Lampu-lampu itu hilang karena dicuri orang dan bukannya tidak terpasang di sejumlah titik di situ,” kata Yusuf saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (10/3/2016) sore.
Yusuf mengatakan proyek pembangunan lampu tenaga surya itu bukan proyek tahun anggaran 2012, tapi proyek tahun 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *