lampu_jalan_tenaga_surya_jalan_juanda_medan.bursaenergiTRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepu mengaku telah mengidentifikasi penyebab padamnya lampu jalan tenaga surya yang berada di Jalan Juanda. Dikatakannya, lampu tersebut padam karena modul untuk menangkap energi matahari yang berada di bagian atas tiang kondisinya kotor sehingga tidak dapat menyerap sinar matahari.
Selain karena modul yang kotor, Zulkufli juga mengaku bahwa ada beberapa bola lampu yang rusak.
“Udah kita perbaiki semalam itu semua. Kemarin itu modulnya kotor. Jadi kami bersihkan aja. Kemudian memang ada bolanya sudah sampai umur ekonomisnya,” ujarnya, Rabu (30/9/2015).
Diakui Zulkifli, lampu tenaga surya tersebut memang sering padam karena tidak ada daya, terutama pada saat musim hujan. Hidup padamnya lampu-lampu tersebut, kata dia, sangat bergantung pada terik matahari di kala siang.
“Kelemahannya kalau siangnya mendung terus atau hujan, jadi redup bahkan padam dia. Karena tidak ada tenaga untuk menghidupkannya,” katanya.
Untuk mengatasi masalah itu, lanjut Zulkifli, pihak Dinas Pertamanan akan mengalirkan listrik PLN ke tiang lampu tersebut. Sehingga, ketika tak ada cadangan daya dari energi matahari, lampu tetap dapat dihidupkan.
“Nanti kami masukkan tenaga listrik di tiang itu. Jadi nge-charge baterainya otomatis. Pada saat energi matahari tidak ada, maka kita pakai energi listrik,” ujarnya.
Lantas, bagaimana dengan rencana Pemko Medan yang hendak memasang lampu tenaga surya ini di seluruh jalan protokol di Kota Medan? Zulkifli tak menjawab. Ia tak yakin rencana tersebut akan diwujudkan. Selain membutuhkan biaya yang besar, kata dia, perawatan lampu jenis ini juga terbilang sulit.
“Saya malah belum tahu kalau ada rencana seperti itu. Karena minusnya itu tadi, kita jadi khawatir. Bukan karena mendung-mendungnya, kami khawatir umpamanya PLN ini kurang energi listrik. Jadi sering mati. Kan gitu. Di daerah lain pun gak semua pakai solar cell. Karena dia untuk pemeliharaan dan keamanananya agak repot. Udah gitu baterainya sering hilang, sering diambil orang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *