lampu tenaga surya di masjid istiqlalTentu kita sangat berharap banyak pada proyek percontohan restorasi Sungai Ciliwung di ruas Masjid Istiqlal-Pasar Baru. Sebab jika kerja sama Korsel-RI ini berhasil, akan diteruskan dengan restorasi di ruas sungai selanjutnya. Menarik untuk mengetahui sejauh mana kemajuan proyek penyelamatan Ciliwung itu.
“Sejauh ini tahap pertama sudah dilaksanakan yaitu pembuatan semacam bendungan dan pembersihan sungai,” kata Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Haji Mubarok yang ditemui detikcom di Masjid Istiqlal, Jl Wijayakusuma, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).
Jika dilihat sekilas memang air sungai di Istiqlal tampak lebih bersih dibandingkan saat diabadikan detikcom pada 2013 lalu. Meski demikian belum bisa dikatakan kinclong seperti air sungai di Seoul, yang menjadi inspirasi restorasi.
Ada lagi fasilitas yang telah terpasang yaitu lampu-lampu bertenaga surya. “Pihak Korea Selatan juga sudah memasang lampu dengan tenaga surya, Anda bisa melihat lampu itu ada di depan masjid,” kata Mubarok.
Restorasi ini merupakan kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dengan Korea Environmental Industry and Technology Institute (KEITI) dan The Korea International Cooperation Agency (KOICA). Wajar bila kemudian di badan lampu itu terdapat tulisan pihak-pihak yang bekerja sama. Detail soal lampu surya itu belum didapat karena tidak tampak petugas restorasi di sekitar masjid. Restorasi tahap I sudah berakhir 2 bulan lalu dan Mubarok belum tahu kapan akan dilanjutkan.
Proyek ini didanai oleh pihak Korsel senilai 9 juta dollar, sedang Kementerian LH Indonesia menggelontorkan Rp 10 miliar. Korsel berpartisipasi dalam restorasi ini karena memiliki pengalaman menyulap sungai-sungai kumuh di Seoul menjadi indah, bahkan menjadi tujuan wisata. Proyek percontohan ini dijadwalkan berlangsung selama 30 bulan alias berakhir tahun 2015.
Kementerian LH Indonesia menyebut Sungai Ciliwung di Istiqlal merupakan ruas sungai yang sangat penting oleh karena berada dalam wilayah terpenting di Indonesia, di antara Rumah Ibadah Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Setiap tahun Masjid Istiqlal Jakarta dikunjungi lebih dari 12 juta orang serta berbagai tamu negara. Melalui restorasi ini diharapkan akan dapat menambah ruang publik bagi masyarakat kota Jakarta untuk dapat menikmati lingkungan hidup yang lebih baik.
By news.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *