b7

YATNO tidak mampu menyembunyikan rasa girangnya. Senyum nampak dengan jelas terus mengembang dari bibir lelaki kelahiran Bantul 3 September 1983 itu. Kegembiraan yang datang tidak disangka-sangka itu karena dibangunnya pembangkit listrik tenaga surya di rumahnya, Rabu (11/02/2015).

Pemasangan listrik yang diprakarsai Kapolsek Srandakan, Kompol Suhardi kerjasama dengan Workshop Panel Surya Kabupten Bantul itu seolah membangkitkan semangat Yatno dan keluarganya. Setahun hidup di hamparan padang pasir Dusun Cangkring, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul.

Rumah Yatno berada di tengah-tengah hamparan padang pasir sisi timur Pantai Kuwaru. Sebenarnya Yatno masih ber KTP Kuwaru, namun sekarang menyewa lahan milik warga Cangkring.

Setiap malam datang, hanya lampu minyak sebagai penerang. Bahkan putranya masing-masing Ridwan dan Lintang harus belajar dengan cahaya redup seadanya tiap hari. “Bantuan listrik tenaga surya ini dari Pak Kapolsek Srandakan, ini sebuah anugerah,” ungkapnya.

Kapolsek Srandakan Kompol Suhardi mengatakan, rasa impati dan prihatin melihat jalan hidup Suyatno yang begitu sulit melatarbelakanginya membuat� jaringan listrik tenaga surya.

“Dalam kondisi sekarang serba maju masih ada warga tidak punya listrik. Saya tidak bicara banyak, harus dibantu disitu ada anak balita dan seorang siswa sekolah dasar. Itu yang begitu kuat menuntun saya berbuat sesuatu,” ujarnya.

Koordinator Teknis Workshop Panel Surya Bantul, Kriswantoro mengatakan, daya dari energi listrik yang dipasang 20 watt. Energi yang dihasilkan akan bisa menghidupkan tiga lampu di masing-masing ruang. Cara kerja jaringan listrik tenaga surya tersebut ialah, energi listrik dari matahari disimpan dalam batre, setelah malam hari bisa dimanfaatkan.

Sumber : http://krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *