suasanapulausebatik

JAKARTA – PLN telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai pembangkit berbahan bakar murah di pulau Sebatik, Kalimantan Timur. PLTS Sebatik berkapasitas 340 kilowatt peak (kWp) mampu mengurangi konsumsi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) pembangkit listrik diesel hingga 16 ton per bulan atau setara dengan penghematan biaya operasional sebesar Rp 200 juta per bulan. Investasi yang dikeluarkan oleh PLN untuk pembangunan PLTS Sebatik sebesar Rp 11,4 miliar.

Sebelumnya, sebanyak 3.244 pelanggan PLN di pulau Sebatik mendapat pasokan listrik dari PLTD Sei Nyamuk kapasitas 2.470 kilo Watt (kW) selama 24 jam. Dengan menggunakan konsep hibrida, PLTS Sebatik memasok listrik pada siang harinya, sedangkan pada malam hari Genset memasok penuh listrik di Sebatik dengan beban puncak 1600 kW. Hal ini dilakukan karena PLTS Sebatik belum menggunakan baterai sebagai penyimpan listrik.

PLTS Sebatik dibangun diatas lahan 5000 meter persegi, berlokasi di desa Padaidi Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Timur diresmikan pengoperasiannya akhir minggu lalu oleh Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga bersama pemerintah kabupaten Nunukan.

Desain dan pembangunan fisik PLTS Sebatik dilaksanakan oleh PT Surya Energi Indotama (SEI), anak perusahaan PT LEN Industri (Persero). PT SEI juga sudah menyelesaikan pembangunan PLTS di Lembata, NTT dan Miangas di Sulawesi Utara akhir tahun lalu, dan kembali mendapat kepercayaan dari PLN untuk lima pulau lainnya yg sedang dalam proses konstruksi termasuk Pulau Tioor dan Pulau Wonreli yg direncanakan operasi bulan April ini bersama delapan pulau lainnya di Maluku. Selain itu, PLTS dibangun di pulau – pulau yg tersebar, di Papua, Papua Barat, Maluku Utara, NTB dan Sulawesi Selatan yg merupakan bagian dari Program PLTS di 100 pulau di wilayah timur Indonesia yang ditargetkan selesai pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2012. Keberhasilan mengembangkan PLTS di sejumlah pulau yang banyak tersebar di wilayah timur Indonesia, tidak hanya menjadikan daerah-daerah kepulauan tadi terang benderang, tetapi dapat lebih mempercepat peningkatan ratio elektrifikasi, mengurangi ketergantungan pada BBM dan sekaligus dapat menggerakkan kehidupan perekonomian masyarakat setempat. (SF)

(sumber : http://www.esdm.go.id )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *