PJUTS kudusKUDUS – Lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang berada di beberapa titik di Kabupaten Kudus, memang sudah ada yang diganti dengan lampu tenaga surya. Penggunaan LPJU jenis ini, diklaim hemat anggaran Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus.

Kasi Energi pada Dinas BMPESDM Kudus Tulus Santoso mengatakan, saat ini pihaknya memang berupaya agar LPJU di Kudus bisa menggunakan jenis lampu tenaga surya.

”Meski memang ada kelemahan dari lampu tenaga surya ini, namun memang lampu jenis ini hemat energi. Sehingga hemat biaya,” jelasnya kepada koran muria, Sabtu (30/5/2015).

Kelemahan itu, menurut Tulus, adalah saat musim hujan. Karena jarang terjadi terik matahari, sehingga kuantitas sinar yang dipancarkan berkurang. ”Namun sejauh ini hal itu tidak menjadi masalah. Masih bisa tertangani. Di samping perawatan yang terus kami lakukan,” terangnya.

Menurutnya, selain ada pengaturan program waktu penyalaannya, lampu ini juga dilengkapi dengan pengaturan redup dan terangnya sinar. ”Sehingga di saat musim hujan, lampu tenaga surya tersebut masih menyimpan tenaga atau sinar, jika terik matahari tidak ada untuk diserap,” katanya.

Tulus mengatakan, untuk perawatan, pihaknya selalu mengecek setiap pekannya. Supaya lampu bisa terawat dengan baik. Termasuk mengecek apakah kemudian ada yang harus diperbaiki atau tidak.

”Pengecekan itu penting, seiring dengan pentingnya fungsi lampu tersebut. apalagi, lampu yang kami pasang di Desa Ngembal Kulon,Kecamatan Jati, sebanyak 12 paket ini, bisa menghemat biaya sebesar 30%. Tepatnya bisa menghemat biaya pembayaran rekening listrik sebesar itu, dari sekitar Rp 2,5 miliar yang harus dibayar pemkab setiap bulannya,” paparnya.

Di sisi lain, meski pihak dinas mengatakan jika lampu penerangan jalan bertenaga surya bisa menghemat biaya, namun warga yang berada di sekitara lokasi lampu tersebut, sangat menyayangkan kegunaannya.

Yang dikeluhkan warga adalah soal tidak maksimalnya fungsi lampu, saat terjadi mendung atau hujan. Karena lampu hanya mampu bertahan beberapa jam saja.

”Saat musim kemarau atau panas, lampu memang bisa bersinar maksimal. Namun kemarin pada waktu mendung seharian, lampu itu hanya bertahan sampai pukul 22.00 WIB saja. Setelah itu mati sampai pagi hari,” kata Kholisbrono, warga yang mempunyai kios furnitur di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati.

Menurutnya, kalau memang untuk digunakan menerangi jalan umum, lebih aman memakai lampu yang tersaluri listrik PLN. Sehingga di saat mendung atau hujan, lampu penerangan jalan bisa lancar. ”Karena sangat penting untuk pengguna jalan ketika malam hari,” katanya.

By www.koranmuria.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *