PJUTS Kecamatan Nalumsari
Jepara – Banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya yang mati di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jepara, termasuk di Kecamatan Nalumsari ternyata sudah diketahui oleh Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara.
Selain sudah ada laporan dari masyarakat, pihak dinas juga beberapa waktu lalu sudah melakukan pemantauan di lapangan. Hanya saja, pihak Bina Marga tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, PJU tenaga surya yang berada di Kota Ukir masih kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Bidang ESDM pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara, Ngadimin. Menurutnya, jika dipaksakan melakukan perbaikan, pihaknya khawatir bakal tumbuh persoalan baru. Apalagi, di anggaran pemkab, tidak ada alokasi perawatan untuk PJU tenaga surya yang mati.
”Salah satu penyebab matinya PJU tenaga surya di Kabupaten Jepara, baik di Kecamatan Nalumsari maupun yang lainnya adalah adanya komponen dari lampu itu yang hilang. Jika kami perbaiki justru menambah masalah baru,” kata Ngadimin.
Ia mengaku, banyaknya PJU tenaga surya yang mati tersebut menjadi alasan pihaknya untuk menunda penerimaan dari Pemprov ke Pemkab Jepara. Ia menunggu sampai PJU tenaga surya tersebut diperbaiki semua oleh Pemprov.
”Kalau sudah diperbaiki semua, kami baru bersedia menerima penyerahan dari Pemprov. Kemudian nantinya menjadi asset pemkab Jepara,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan banyaknya penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya yang mati di wilayah Kecamatan Nalumsari, Jepara. Pasalnya, jalur alternative ke Gebog, Kabupaten Kudus dari Mayong, Jepara tersebut tergolong jalan yang sepi saat malam hari, sehingga banyak warga yang khawatir saat melintas ketika kondisi jalan gelap.
”Ketika malam hari beberapa titik gelap. Padahal mayoritas sawah, jadi khawatir kalau melintas,” ujar salah satu warga Desa Daren, Nalumsari Jepara, Jumat (19/8/2016).
Lantaran khawatir, ketika mau melintas di jalan Nalumsari tersebut ia mengaku harus menunggu kendaraan lain untuk berbarengan, atau mengajak temannya untuk lewat bersama.
”Saya kerja kalau dapat shift malam sering khawatir ketika mau lewat. Selain sepi juga gelap karena banyak lampu yang mati,” katanya. Dari pantauan di lapangan, PJU tenaga surya di jalur alternatie ke Kabupaten Kudus tersebut ada sekitar 7-8 yang tidak menyala di malam hari alias mati. Jarak antara satu lampu dengan lampu lainnya sekitar 50 meter. Lampu itu dipasang sepanjang jalan, yang meliputi Desa Pringtulis, Desa Gemiring Kidul, Gemiring Lor, Desa Nalum, hingga Desa Daren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *