Jembatan Terpanjang Indonesia TimurDibangun sejak Juli 2011, Jembatan terpanjang di kawasan Indonesia Timur, Jembatan Merah Putih, akhirnya rampung dibangun pada Maret tahun ini. Jembatan sepanjang 1.140 meter ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini.

Kepala Satuan Kerja Jembatan Merah Putih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Christoforus Lasmono mengungkapkan, selain keunikan dengan desain penyangga kabel atau cable stayed, penerangan jembatan tersebut dilakukan dengan listrik dari tenaga surya. “Lampu penerangan semuanya dari matahari. Tapi itu keputusan kontraktor yang bangun, kebetulan memang ketiga kontraktor dari PP, Wijaya Karya, dan Waskita kompak pakai solar cell,” ujarnya ditemui di Jembatan Merah Putih, Ambon, Senin (4/3/2016).

Selain itu, Lasmono mengatakan, teknis pengaspalan yang sempurna juga membuat kualitas permukaan aspal terlihat kuat dan mulus. “Pengaspalan saja kita butuh waktu satu bulan. Karena supaya minyaknya naik dulu ke permukaan, setelah minyak naik semua kita lapis lagi, makanya mulus sekali kan,” terangnya.

Sebagai informasi, Jembatan Merah Putih menelan biaya sebesar Rp 772,9 miliar yang bersumber dari APBN dengan skema multi years. Membelah Teluk Ambon, jembatan ini menghubungkan pusat Kota Ambon dengan wilayah lainnya seperti Bandara Pattimura.

‘Pasopatinya’ Ambon

Lasmono menambahkan, desain jembatan ini dibuat dengan konstruksi kabel atau cable stayed bridge seperti halnya kosntruksi pada Jembatan Pasopati di Kota Bandung. “Yang unik selain memang terpanjang di Timur, desain juga pakai kabel, kita sebutnya Jembatan Pasopatinya Ambon. Desain awal kita sebenarnya dengan box girder bridge seperti jalan layang. Tapi kita lihat ternyata lebih ekonomis pakai baja dengan kabel ketimbang beton. Susah dapat beton di pulau sekecil ini. Beton hanya di lantainya saja,” terangnya

Selain itu, lanjut Lasmono, pemilihan desain jembatan kabel juga dilakukan supaya tinggi jembatan bisa dilewati kapal KRI milik TNI AL.
“Di dalam teluk kan ada pangkalan TNI AL. Mereka minta tingginya 43 meter, tapi sulit, kita carikan solusi yang masuk KRI yang kecil-kecil saja, untuk yang besar TNI AL akhirnya bangun dermaga di luar. Sementara disepakati tinggi jembatan 36 meter,” pungkas Lasmono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *