Antisipasi bahan bakar minyak (BBM) naik, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Propinsi Jatim bekerjasama dengan peneliti ITS (Institut Teknologi Surabaya), mengenalkan dan menyerahkan temuan alat hasil rekayasa berupa perahu bertenaga matahari atau solar cell kepada nelayan Tambak Cemandi Sedati.

Bantuan temuan perahu pertama kali di Indonesia itu diterimakan secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sidoarjo Dra. Yayuk Rachmati,MM dan Kepala Desa Tambak Cemandi Khoiruddin.

Desain fisik dari kerangka perahu bertenaga solar cell ini tidak rumit alias sederhana sekali. Yakni beratapkan panel solar cell yang berjumlah 10 unit, dan menggunakan mesin tempel kecil yang suaranya cukup halus bila dibandingkan mesin yang menggunakan bahan bakar solar.

Dari pemaparan awal peneliti/tenaga ahli  ITS, DR Ir Ridho Hantoro dan Ir Anggoro, dari hasil penelitian ditemukan perahu nelayan dengan motor tempel memakai energi BBM premium berkekuatan 5 PK ternyata  menghabiskan 4-5 liter bensin seharga Rp20.000 atau mesin diesel solar sebesar 7,5 PK menghabiskan 5-6 liter solar seharga Rp 30.000.

Dan perahu itu bisa digantikan dengan panel surya berkapasitas 9.5 kWp dengan total suplai 1,62 kW, dengan mempunyai kemampuan melaut selama 4 s/d 5 jam dan komponen berjalan baik di saat cuaca normal. Sedangkan dalam kondisi cuaca mendung, baterai masih mampu bertahan selama 3 s/d 4 jam.

Sisi lain memang untuk kecepatan perahu solar cell ini masih kalah cepat dibandingkan dengan perahu motor ber BBM. Sebab beban komponen panel surya dan komponen baterai masih cukup berat, yaitu sekitar 200 kg.

“Nantinya kedepan, dari Tim Balitbang Propinsi Jatim bersama-sama Tim Ahli ITS  tetap akan berupaya menyiapkan perahu solar cell yang hybrid (kecepatan tinggi), ” kata Anggoro salah seorang Anggota Tim Ahli ITS usai mencoba perahu Rabu (30/1/2013).

Lanjut Anggoro, terpilihnya kawasan Tambak Cemandi, Sedati, Kabupaten Sidoarjo ini dikarenakan masyarakat nelayannya masih berpenghasilan rendah. “Nelayan tambak Cemandi patut untuk diberikan bantuan untuk meringatkan beban mereka,” tuturnya.

Kepala Balitbang Propinsi Jatim, Ir Priyo Darmawan MSc menandaskann bantuan perahu dari Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH MHum, bisa diterima masyarakat nelayan, walaupun jumlahnya masih 1 (satu) buah perahu.

“Harga panel saat ini masih mahal karena harus import dari Jerman. Jika nantinya masyarakat Jatim khususnya pelaku industri di Wilayah Kabupaten Sidoarjo bisa membuat panel surya sendiri maka nanti harga akan semakin lebih murah,” lanjutnya.

Muhammad Rofik, S.Sos Kasubid Sumber Daya Alam Bappeda Kab. Sidoarjo,  mengapresiasi bantuan Perahu Bertenaga Matahari atau Solar Cell ini. Harapannya, nantinya dari hasil uji coba perahu ini benar-benar sangat membantu cost/pengeluaraan nelayan menghadapi rencana kenaikan BBM.

“Jika hal itu sangat membantu, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sidoarjo bisa merencanakan untuk menganggarkan terhadap rencana penyediaan panel surya cell dan baterai, sekalian juga melakukan kajian terhadap rencana pembangunan lokasi untuk pengisian solar cell dan respon nelayan di Desa Tambak Cemandi,” jelas Rofik.[isa/kun]

Sumber by www.beritajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *