PLTS Terpusat di Kabupaten NunukanWarga di Desa Srinanti, Kecamatan Siemanggaris Kabupaten Nunukan hanya perlu mengeluarkan iuran sebesar Rp20 ribu sebulan untuk menikmati listrik selama 24 jam.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan, Yosua Batara Payangan mengatakan, iuran yang dikumpulkan warga ini untuk insentif pengelola pembangkit.

“Di sini ada pengelola yang dibentuk. Nanti iuran yang dikumpulkan warga itu berhubungan dengan insentif pihak pengelola dan juga untuk hal-hal yang perlu diperbaiki. Karena dia menggunakan tenaga surya sehingga tidak membutuhkan bahan bakar lagi,” ujarnya, Kamis (7/5/2015).

Warga Desa Srinanti mulai Kamis (7/5/2015) sudah bisa menikmati listrik yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat. Pembangkit berkapasitas 50 kilowatt peak (KWp) ini, diresmikan Bupati Nunukan, Basri hari ini di Desa Srinanti, ibukota Kecamatan Siemanggaris.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan Hanafiah mengatakan, pembangkit tersebut akan melayani 412 rumah termasuk fasilitas umum di Desa Srinanti.
“Ini bagian dari program Nunukan Terang Benderang. Ini adalah implementasi program jangka menengah Bupati Nunukan,” ujarnya.

Basri pada kesempatan itu berjanji terus mengembangkan listrik untuk menjangkau lebih banyak warga di Kecamatan Siemanggaris.

 “Tahun ini dibangun lagi di Tabur Lestari  PLTD 6 x 200 KW dan PLTS 100 KWp. Bahkan pelayanan PLN sudah mulai berjalan karena jaringan listrik ditarik sampai di sini,” ujarnya.

Sejumlah desa di Kecamatan Siemanggaris seperti Desa Samaenre Semaja, Desa Tabur Lestari dan Desa Sekaduyan Taka dalam waktu dekat juga akan menikmati listrik seperti warga di Desa Srinanti.

“Pembangunan ada tahapannya. Saya ingat empat tahun lalu berani mencetuskan terang benderang di Kabupaten Nunukan, sekarang saya sudah penuhi itu. Ini bayaran janji saya saat menyerahkan PLTS tersebar.  Alhamdulillah janji itu belum meninggal sudah terpenuhi,” katanya dihadapan warga yang menghadiri acara peresmian di Balai Desa Srinanti, Kecamatan Siemanggaris.

Basri mengatakan, listrik tentu akan mempengaruhi gaya hidup warga setempat. “Kalau listrik di sini masuk, otomatis juga akan masuk jaringan telekomunikasi, otomatis bisa nonton televisi,” ujarnya.

Dengan beroperasinya PLTS terpusat dimaksud, warga Desa Srinanti langsung bisa menikmati listrik hingga 24 jam dalam sehari.

“Ini bisa meningkatkan taraf hidup, pendidikan, kesehatan, ekonomi. Tentunya tahun ini juga ada tower telkomsel masuk” ujarnya.

Hanafiah mengatakan, kedepannya untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan listrik di Kecamatan Siemanggaris, PLTS kapasitas 50 KWp ini akan dikombinasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

“Karena PLTS juga sangat terbatas,” ujarnya.

Yosua menjelaskan, tahun ini di Kecamatan Siemanggaris selain jaringan juga dibangun PLTD 6 x 200 kilo watt (KW), yang dihibrid dengan PLTS 100 kilo watt peak (kWp).

“Ini dilakukan untuk pelayanan di Desa Tabur Lestari sampai Desa Srinanti. Khusus Srinanti sudah menyala dengan PLTS 50 kWp,” ujarnya.

Sementara di di Kecamatan Sebatik Tengah, akan dibangun jaringan yang menjangkau Sungai Limau hingga Lordes.

“Di sana dibangun PLTD 2 x 1.000 KW yang dihibrid dengan PLTS 200 kWp,” ujarnya.

Di Kecamatan Tulin Onsoi akan dibangun PLTD 3 x 500 KW yang dihibrid dengan PLTS 150 kWp. Pembangkit yang disertai dengan pembangunan jaringan ini melayani mulai dari Desa Sekikilan hingga SP1 dan SP2.

“Kemudian ditarik kearah perbatasan,” ujarnya.

Di Kecamatan Sebuku, pembangunan jaringan disertai dengan PLTD 2 x 500 KW akan dihibrid dengan PLTS 100 kWp.

“Jadi pembangkit dipasang di Pembeliangan untuk melayani Desa Pembeliangan, Kekayap sampai Kunyit. Kemudian jaringan sampai Desa Apas dan Desa Harapan SP3,” ujarnya.

Di Desa Binter, Kecamatan Lumbis Ogong, akan dibangun PLTD 2 x 200 KW yang dihibrid dengan PLTS 100 kWp.

“Rencana dari Binter dibangun jaringan sampai Sukamaju,” ujarnya.

Selain di Desa Bintar, di Kecamatan Lumbis Ogong juga dibangun PLTS terpusat 15 kWp di Desa Labang dan PLTS 15 kWp di Desa Sumentobol.  (adv/humas)

– See more at: http://www.tribunnunukan.com/read/2015/05/07/1065/nikmati-listrik-24-jam-warga-srinanti-hanya-bayar-rp20-ribu#sthash.sdabA95o.dpuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *