Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah pembangkit yang memanfaatkan sinar surya sebagai sumber penghasil listrik. PLTS merupakan pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik, oleh karena itu tidak membutuhkan suplai bahan bakar dan dapat bekerja secara otomatis tanpa memerlukan operator.

PLTS juga sering disebut sebagai Solar Cell, Solar Photovoltaik atau Solar Energi. Indonesia sebagai negara yang terletak di kawasan katulistiwa memiliki potensi energy surya yang melimpah, dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun, diperkirakan energi surya dapat menghasilkan hingga 4.8 Kwh/m2 atau setara dengan 112.000GWp. Namun pemanfaatan salah satu jenis energy terbarukan ini masih belum maksimal. Indonesia baru mampu memanfaatkan sekitar 10MWp.

Di luar negeri, pemanfaatan energi surya melalui sistem photovoltaic sudah berlangsung lama dan banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Di Indonesia pengembanganya sudah dilakukan pada tahun 1980-an. Penerapan pertama pemanfaatan energi surya oleh Lembaga Elektronika Nasional (LEN) yang juga diresmikan oleh Presiden Soeharto dilakukan di Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Pemanfaatan PLTS pada daerah pendesaan dengan skala kecil yaitu menggunakan solar home system (SHS). Solar Home System adalah pembangkit listrik skala kecil yang dipasang secara desentralisasi (satu rumah satu pembangkit).

Listrik harian yang dihasilkan berkisar antara 150-300 Wp sedangkan untuk PLTS skala besar, jumlahnya sangat sedikit. Dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia yang telah beroperasi tersebut hanya mampu memproduksi puluhan hingga ratusan kiloWattpeak (kWp) listrik. Di Bali Pembangkit Listrik Tenaga Surya ada di Karangasem dan Bangli.

Sejak Tahun 2011 sampai 2015 ada 500 unit PLTS. Dari 500 unit PLTS terdapat 50 unit PLTS dalam kondisi rusak dan yang perlu perbaikan. Jumlah tersebut setara 10% dari PLTS yang telah dibangun oleh pemerintah pusat. Padahal bila beroperasi dengan baik, PLTS di seluruh Indonesia bisa menyumbang hingga 25 Mega Watt (MW).

Keuntungan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yaitu energi surya merupakan energi alternative pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM), energi surya merupakan energi terbarukan yang tidak akan habis meski digunakan secara terus menerus oleh manusia, berbeda dengan Bahan Bakar Minyak yang dapat semakin menipis ketika digunakan secara terus menerus.

Hal ini dikarenakan Bahan Bakar Minyak berasal dari fosil jutaan tahun lalu. Penggunaan energi surya juga dapat mencegah penggunaan bahan bakar fosil menjadi menipis. Banyak Negara-negara maju yang menggunakan energy surya untuk menjadikannya energi listrik.

Penggunaan energi surya tidak akan menghasilkan emisi karbon sama seperti BBM. Energi surya dapat dikatakan sebagai salah satu sumber energi alternative yang sangat ramah lingkungan serta hal ini dapat mencegah pemanasan global yang dapat menyebabkan perubahan iklim tak menentu.

Keuntungan pembangkit listrik tenaga surya selanjutnya adalah hanya membutuhkan sedikit perawatan. Setelah instalasi dan dioptimasi, panel surya dapat menciptakan listrik dengan luasan hanya beberapa milimeter dan tidak memerlukan perawatan yang berarti.

Panel surya juga memproduksi energi dalam diam, sehingga tidak mengeluarkan bunyi bising. Energi surya juga memiliki keuntungan lainya seperti bebas dari biaya perawatan, pemasangan sangat mudah, kapasitas yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *