Pembangkit Listrik Tenaga Surya
JAKARTA – Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berinovasi untuk mengoptimalkan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT), salah satunya melalui pengembangan potensi tenaga surya, yang potensinya lebih dari 200 Giga Watt (GW).
Sebagai Kementerian yang menangani EBT, Kementerian ESDM baru saja menyelesaikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipasang di halaman kantor pusat Kementerian ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta. PLTS dengan kapasitas sebesar 150 kW tersebut, mulai mengalirkan listrik per 1 Januari 2017.
Sejak beroperasinya PLTS tersebut, hingga 13 Februari 2017 telah menghemat tagihan listrik sekitar 15 juta rupiah atau sekitar 350 ribu rupiah/hari, dan menghasilkan listrik sebesar 10.339 kWh atau 235 kWh/hari.  Apabila sumber matahari mencapai sangat terik, sebagai contoh pada 19-20 Januari 2017, kapasitas PLTS yang dihasilkan mencapai 550 kWh/hari, atau lebih tinggi dari produksi rata-rata sebesar 235 kWh/hari. Selain mengurangi tagihan listrik, penggunaan PLTS Rooftop juga berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 8,8 ton CO2 atau rata-rata 0,2 ton CO2 per hari.
PLTS rooftop merupakan solusi bagi penyediaan energi di gedung-gedung perkantoran karena mayoritas gedung perkantoran menggunakan listrik pada siang hari atau jam kerja sehingga biaya pemakaian listrik dapat lebih murah karena mengandalkan sumber energi matahari. Selain itu, perawatan dan pengoperasiannya juga mudah namun dampaknya signifikan untuk mengurangi polusi dan efek rumah kaca.
Disamping itu, bentuk PLTS rooftop tersebut memiliki keunggulan tersendiri apabila dibandingkan dengan PLTS skala besar, diantaranya lebih mudah dan murah untuk diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang sudah ada, dapat memanfaatkan lahan yang ada (mengurangi biaya investasi lahan).

Sumber berita by http://www.esdm.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *