Lampu Tenaga Surya
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan antisipasti pemerintah terhadap 12.000 desa di seluruh Indonesia yang saat ini belum terlistriki dengan baik dengan mendistribusikan paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LHSTE) ke Papua.
Dari jumlah desa yang belum teraliri listrik tersebut, 2.500 desa diantaranya bahkan mengalami gelap gulita di malam hari.
Salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementerian ESDM untuk menerangi desa-desa tersebut adalah dengan mendistribusikan paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LHSTE) ke Papua, ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana, Rabu (12/4).
Di Papua, pembagian lampu tenaga surya diberikan  bagi masyarakat di Kabupaten Merauke, Keerom, Boven Digoel, Supriori, Biak Numfor, Sarmi, Mimika, Mamberamo Raya, Waropen, Pegunungan Bintang, Puncak, Yalimo, Lanny Jaya dan Jayawijaya.
Sedangkan, di Papua Barat, lampu tenaga surya dibagikan ke rumah-rumah di Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, dan Pegunungan Arfak.
Terkait pembagian LHTSE ini, pihaknya telah mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar Rp 320 miliar. Sedangkan pada APBN 2018 anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 800 miliar kepada 200.000 rumah tangga, masing-masing mendapat 4 paket.
Pada tahun ini, pemerintah akan bagikan sebanyak 88.881 unit LHSTE yang terdiri dari 72.482 untuk masyarakat di Papua dan 16.399 unit untuk masyarakat di Papua Barat.
Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan potensi energi terbarukan, dengan membangun pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Di samping itu, akan dibangun juga pembangkit-pembangkit yang menggunakan potensi energi terbarukan lokal di Papua. Misalnya pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Rida sampaikan bahwa tahun ini, pihaknya akan membangun 2 unit PLTM dengan kapasitas 700 kilowatt (kW) di Kabupaten Puncak, 4 unit PLTM dengan kapasitas 1.000 kW dibangun di Kabupaten Pegunungan Bintang, 1 unit PLTS terpusat berkapasitas 20 kW di Kabupaten Mimika, 3 unit PLTS dengan kapasitas masing-masing 30 kW di Kabupaten Fakfak dan 2 unit PLTS dengan kapasitas 30 kW dan 50 kW di Raja Ampat.

sumber berita by http://vibizmedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *