Ilustrasi-PJU.gifPemkab Kudus masih mengkaji potensi penghematan dalam menggunakan lampu penerangan jalan umum bertenaga surya dibandingkan menggunakan energi listrik. Dan saat ini, sudah dilakukan uji coba lampu PJU bertenaga surya di 23 titik. Uji coba ini untuk mengkaji tingkat penghematannya serta keawetannya.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus Samani Intakoris, Jumat kemarin, pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk menggunakan lampu PJU secara menyeluruh, yakni tingkat keawetan, biaya perawatan, dan ketesediaan suku cadang. Komponen yang patut diperhatikan, yakni aki penyimpan energi dan panelnya.

Apabila sejumlah pertimbangan tersebut tidak ada permasalahan, kata dia, Dinas Bina Marga Kudus tentunya bisa memperbanyak penggunaan lampu PJU bertenaga surya sebagai salah satu bentuk penghematan dalam penggunaan energi listrik. Harapannya, pengadaan lampu PJU dengan tenaga surya bisa menghemat biaya tagihan listrik yang setiap bulannya bisa mencapai miliarn rupiah.

Untuk pengadaan lampu bertenaga surya, kata dia, memang membutuhkan investasi yang cukup mahal karena setiap tiang lengkap dengan sarana pendukungnya mencapai Rp35 juta.  Sementara lampu PJU dengan energi listrik, pada awal pengadaan jauh lebih murah, namun beban energi listriknya juga lebih mahal.

Tahun anggaran 2015, kata dia, dianggarkan kembali untuk penambahan lampu PJU bertenaga surya untuk beberapa titik yang memang membutuhkan lampu PJU, terutama yang jauh dari jaringan kabel listrik PLN.

Pemkab Kudus juga berupaya menekan biaya tagihan energi listrik dengan pengadaan kilowatt hour (kwh) meter di sejumlah titik lampu PJU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *