Pemkot Solo Akan Gunakan “Lampu Pintar” untuk PJU

lampu-sub

SOLO, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, dalam upaya melakukan efisiensi energi telah menjajagi kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk mengganti lampu-lampu penerangan jalan umum (PJU). Kali ini Pemkot Solo mendapat tawaran kerja sama dari perusahaan Korea Selatan dalam pengadaan lampu PJU di sejumlah titik.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, seusai rapat membahas tawaran tersebut, Kamis (15/1/2015), mengungkapkan, perusahaan dari Korea Selatan menawarkan bantuan untuk merealisasikan PJU pintar. Sebelumnya, Pemkot Solo telah bekerja sama dengan investor lain yang telah melakukan uji coba di sejumlah titik PJU.

”Saya sudah menghitung dengan cermat, setidaknya sampai 12 tahun ke depan kita bisa hemat anggaran sampai Rp 84 miliar. Sebelumnya sudah ada lampu pintar bantuan Kementerian ESDM dan yang diujicoba perusahaan lampu dari Amerika,” ujarnya.

Wali Kota menjelaskan, perusahaan Korea Selatan tersebut menawarkan bantuan pemasangan 300 titik PJU. Lampu yang dipromosikan untuk mengganti lampu PJU, berupa bola lampu LED yang hemat energi. ”Lampu LED secara kualitas cukup kuat dan jauh lebih aman daripada lampu biasa. Selain bantuan PJU pintar, nanti untuk kantor Balai Kota juga akan dipasang sebanyak 500 lampu.” sambungnya.

Menurut Hadi Rudyatmo, berdasarkan ujicoba lampu dari Kementerian ESDM penggunaan PJU pintar dapat menghemat energi hingga 50 persen. Selain konsumsi energi listrik “lampu pintar” LED relatif rendah, katanya, secara teknologi cahaya lampu pada jam tertentu akan meredup sehingga mengurangi pemakaian energi listrik. Sedangkan untuk mengganti seluruh PJU di Kota Solo yang berjumlah sekitar 17.000 titik membutuhkan investasi sekitar Rp 74 miliar.

Dia menambahkan, setiap tahun Pemkot Solo menanggung beban pajak PJU (PPJU) yang selalu naik secara signifikan. PPJU yang harus dibayarkan Pemkot Solo ke PLN mencapai lebih dari Rp 30 miliar. Kenaikan PPJU tersebut sejalan dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) secara periodik yang sulit dihindari.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, Hasta Gunawan, mengatakan, tingginya beban PPJU disebabkan saat ini seluruh lampu PJU masih menggunakan bola lampu konvensional yang boros energi. Penggunaan PJU pintar diharapkan mendukung upaya penghematan konsumsi energi listrik.

”Sejak setiap titik PJU dipasang meteran, kami bisa menghemat energi listrik dan menekan tagihan PPJU. Kami harapkan, secara bertahap seluruh PJU di Kota Solo bisa menggunakan lampu LED dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah,” tandasnya (Tok Suwarto/A-147)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *