plts provinsi sulawesi utaraBisnis.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan membangun 285 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tahun ini dengan nilai Rp2,2 miliar yang telah dianggarkan pada APBD 2015.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara Alfrits Polii mengungkapkan pada tahun ini pihaknya akan membangun sejumlah PLTS di sejumlah desa di tiga kabupaten.
“Ketiga kabupaten itu adalah Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan dan Bitung,” katanya, Rabu (3/6/2015).
Rencananya untuk Bolaang Mongondow akan ada 105 unit PLTS, lalu untuk Minahasa Selatan akan ada 38 unit dan Bitung akan ada 142 unit.  Dia mengungkapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Utara sudah dianggarkan sebesar Rp2,2 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.
Pihaknya menginginkan agar masyarakat yang belum teraliri listrik bisa segera menikmati listrik. Pasalnya, pada Maret 2015 rasio elektrifikasi di Sulawesi Utara hanya 85,25%. Kendati angka tersebut paling tinggi bila dibandingkan di provinsi lainnya yang masuk dalam sistem jaringan Suluttenggo. “Gorontalo hanya 73,53% dan Sulawesi Tengah 74,48%,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya sangat selektif dalam menentukan titik-titik yang akan dialiri listrik dari PLTS ini. Salah satunya yakni daerah yang benar-benar terisoler dan belum teraliri listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Selain itu, program ini juga menyasar kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu. “Kami lakukan survei dahulu.”
Dia mencontohkan sejumlah desa yang nantinya mendapatkan bantuan PLTS tersebut, misalnya Desa Dorbolaang di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung dan Desa Motto di Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Selain itu, juga ada di Desa Apado Kecamatan Bilalang Kabupaten Bolaang Mongondow.
Sementara, khusus untuk PLTS di wilayah kepulauan, pihaknya berencana memasukkan di tahun anggaran 2016. Hanya saja, mengenai berapa rencananya pihaknya belum mengetahuinya. “Tergantung anggaran yang tersedia,” katanya.
Pada tahun 2013, lanjutnya, pihaknya mengungkapkan adanya pelaksanaan PLTS dengan jumlah 1.300 unit untuk wilayah kepulauan yang meliputi Sangihe dan  Sitaro. Selain itu juga ada wilayah lain, yakni Bitung, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow dan Minahasa Tenggara. Hanya saja, pada tahun tersebut hanya dilaksanakan sebanyak 400 unit dan sisanya sebanyak 900 unit dilaksanakan pada 2014 dengan menggunakan anggaran perubahan.
Sementara itu, Alfrits mengungkapkan pemerintah pusat juga tengah mengembangkan PLTS di wilayah kepulauan dengan kapasitas total 210 kilowatt. PLTS tersebut adalah PLTS di desa Linuhu Pulau Bangka, PLTS di Desa Matutuang Kecamatan Tabukan Utara, PLTS di desa Kawaluso Kecamatan Kendahe, PLTS di desa Kawio Kecamatan Marore dan PLTS di desa Kakorotan Kecamatan Nanusa. “Kelimanya saat ini sedang konstruksi,” katanya.
Selain itu, juga ada sepuluh proyek PLTS lainnya dari pemerintah pusat yang masih dalam tahap pembebasan lahan. Kesepuluh proyek PLTS ini diproyeksikan akan memiliki kapasitas 5.070 kilowatt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *