PJUTS GesSULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Buton Utara (Butur) kewalahan mengatasi pencurian Aki lampu jalan tenaga surya di kawasan Sarana Olah Raga (SOR) Lamoliandu. Pasalnya, sudah puluhan Aki raib digasak maling.
Akibat maraknya pencurian Aki tersebut, kondisi jalan menuju SOR menjadi gelap gulita di malam hari. Padahal, beberapa bulan lalu jalan di kawasan ini terang benderang dan dijadikan tempat tongkrongan anak muda.

Anehnya, sekalipun sudah puluhan Aki lampu jalan yang raib, namun belum ada seorang pun yang berhasil ditangkap aparat. Bahkan, ancaman Distamben Butur akan mempidanakan para pelaku tidak membuat jera para pencuri. Justru sebaliknya, pencurian semakin marak.
Maraknya pencurian Aki lampu jalan ini membuat keprihatinan para pengguna jalan. Bahkan, mereka menyayangkan aksi tersebut, karena telah merusak keindahan wajah Kota Ereke di malam hari, dari terang menjadi gelap.
“Tentu kita prihatin dengan kondisi lampu jalan yang rusak akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini. Semoga aparat kepolisian cepat menangkap pelakunya,” kata Aris salah seorang warga Kulisusu.

Sejak lampu jalan tidak berfungsi, suasana di kawasan SOR menjadi seram di malam hari. Fasilitas umum yang seharusnya dijaga bersama-sama, justru dirusak oleh tangan-tangan jahil.
Menurut Aris, di areal kawasan SOR tidak seramai dulu, dimana banyak anak-anak muda yang nongkrong. “Kalau malam sudah jarang ada orang yang nongkrong-nongkrong. Paling hanya ABG yang pacaran di situ,” katanya.
“Biasanya kalau sudah malam banyak yang berkeliaran anak-anak muda pacaran. Pernah itu hari kita pergoki, tapi mereka lari. Kalau dulu masih ada lampu jarang orang pacaran, paling cuma nongkrong-nongkrong saja,” tambahnya.

Terkait persoalan ini, Kadistamben Butur, Armin mengaku kewalahan mengawasi pencurian Aki lampu jalan tersebut. Sampai-sampai pihaknya setiap malam hingga menjelang pagi hari berpatroli, namun belum ada seorang pun yang berhasil ditangkap.
“Kita sudah patroli malam, bahkan sampai saya dan staf tidur dalam pohon-pohon jambu dekat situ, tapi tidak pernah kita dapat. Pernah itu hari tapi bukan orangnya, hanya Akinya saja yang sempat kita dapat,” ungkapnya.

Selama ini hanya pihak Distamben saja yang peduli dengan kejadian ini. Bahkan, pihaknya sudah melaporkannya ke mantan Pj Bupati Butur Saemu Alwi untuk meminta pihak Pol PP untuk membantunya. Namun sama saja, justru para pencuri semakin menjadi-jadi.
“Tapi kejadian ini saya sudah laporkan kembali lagi ke bupati yang baru, untuk meminta petunjuk,” tuntasnya.

Sekedar diketahui, Distamben Butur juga sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Kulisusu, tapi belum ada pelaku yang berhasil ditangkap. Mungkinkan ini terjadi karena kebutuhan listrik di daerah itu? Atau karena kurangnya pekerjaan para pencuri? Hanya mereka yang tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *