GENERAL Manager PT PLN Wilayah Aceh, Ir Sulaiman Daud yang dihubungi Serambi, Minggu (9/6) menyatakan sangat prihatin atas kasus pencurian baterai-baterai solar cell Listrik Tenaga Surya (LTS) di lintasan Samahani, Aceh Besar hingga Laweueng, Pidie.

Menurutnya, perlu gerakan bersama untuk menjaga, menyelamatkan, dan merawat aset negara, termasuk LTS-LTS tersebut. “Berhentilah menjarah aset negara, apalagi tindakan itu berdampak langsung pada ketidaknyamanan pengendara yang melintas malam hari di kawasan Aceh Besar hingga Pidie,” ujarnya.

Ditanya kerugian, Sulaiman mengatakan tak berwenang menaksir total kerugian akibat penjarahan ratusan baterai, boks baterai, maupun panel solar cell itu. “Saya tak berwenang menaksir. Itu bukan proyek PLN. Mungkin Pemerintah Aceh melalui Dinas ESDM atau Dinas Perhubungan yang memasangnya,” kata dia.

Begitupun, Sulaiman Daud menyebutkan kisaran harga per unit LTS tersebut. “Kami pernah pasang enam titik LTS di jalan menuju Kilometer Nol Sabang, sebagai donasi PLN untuk menunjang pariwisata di Pulau Weh. Harga per unitnya saat kami pasang dulu berkisar antara Rp 20 juta-Rp 25 juta,” sebutnya.

Menurutnya, lempengan panel solar cell dan baterai merupakan dua komponen termahal dalam pengadaan LTS. “Kalau dua komponen itu dicuri, maka nilai kerugiannya tentulah tidak kecil,” ujar Sulaiman.

Sumber By www.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *