Wacana Pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara otomatis akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) diwilayah Kota Kediri. Mengantisipasi hal itu, kalangan DPRD meminta Pemkot menyiapkan solusi. Salah satunya dengan menggunakan tenaga surya (solar cell).

“Jika tidak dimulai sekarang, maka kami khawatir akan mengurangi sector pendapatan dari pajak PJU, makanya kami minta pemkot segera mengganti system PJU dengan menggunakan tenaga surya,” kata Ketua Komisi C Hadi Sucipto.

Meskipun biayanya cukup mahal untuk pengadaan system solar cell, namun kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri mengatakan, kedepannya tidak membutuhkan biaya untuk pembayaran rekening listrik. “Mungkin sekarang investasinya mahal, tapi kelanjutannya, kedepan nilai rekening PLN nol rupiah,” ujarnya.

Agar tidak memberikan beban soal pengadaan system solar cell, Hadi menyarankan agar Pemkot tidak harus mengganti semuanya secara langsung. Melainkan, secara berkala. “Mungkin tahun ini berapa titik dulu, baru dilanjutkan tahun berikutnya,” saran Hadi.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan Didik Catur mengatakan, saat ini sudah dilakukan uji coba lampu PJU dengan tenaga surya. Namun masih hanya beberapa titik saja.

“Sementara masih kita coba di depan Balai Kota Kediri dan Kantor Walikota,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah total PJU diwilayah Kota Kediri sekitar 4500 unit. Saat ini masih menyusun system untuk mengganti tenaga solar cell. Salah satunya dengan memanfaatkan karya anak negeri dengan menggandeng SMK Negeri.(rif)

Sumber: kedirijaya.com

Modulsurya – spesialis listrik tenaga surya dengan mengaplikasikan modulsurya, solar controller, lampu pju led (Merk ONELED), tiang pju + penyangga dan aksesories rakitan di Indonesia karya anak bangsa Indonesia.  Battery / Aki produk china.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *