Pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan tenaga surya di sejumlah titik jalan protokol ditargetkan akan selesai dalam waktu 2-3 minggu lagi. Saat ini pemasangan masih berjalan, bahkan di beberapa titik sudah selesai dan telah diujicoba.

Seperti diketahui, untuk menghemat penggunaan tenaga listrik PLN, Pemkab Bulungan mengubah lampu PJU dari tenaga listrik PLN ke tenaga surya. Tahap awal pemasangan PJU tenaga surya akan dilakukan tiga lokasi jalan protokol, yaitu Jl Sengkawit, Jl Jelarai dan Jl Kolonel Soetadji.

Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Bulungan H Masdan Saleh mengatakan, dengan beralihnya PJU ke tenaga surya, meski diakuinya biaya investasi awal cukup besar, dalam operasional nanti akan lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan tenaga listrik dari PLN. “Jadi nanti kita tidak perlu lagi bayar ke PLN,” ungkapnya.

Diuraikannya, selain biaya operasional rendah, PJU tenaga surya juga bisa menghemat energi listrik PLN. Estimasih pengurangan penghematan daya listrik, jika dicontohkan ada 600-an unit lampu ini bisa terpasang, dengan rata-rata per unit lampu membutuhkan daya 250 watt, terang dia, maka bisa menghemat listrik sekitar 150 Kilo Watt (KW), yang bisa dialihkan ke masyarakat, yang selama ini belum mendapatkan pelayanan PLN.

Karena peralatan tenaga surya ini nanti akan ditempatkan di tiang lampu PJU, Masdan mengharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaganya. “Mari kita sama-sama menjaga dan rawat, agar alat ini tidak cepat rusak,” ujarnya.

Sesuai dengan garansi pabrik, kata dia, peralatan ini bisa tahan hingga 25 tahun. Dengan catatan selalu dirawat dan terjaga. “Perawatannya juga cukup mudah, cuma dilap saja pada bagian kaca agar tidak kotor dan bisa menyerap tenaga matahari,” kata Masdan.

Pantauan media ini, pemasangan di beberapa titik telah selesai. Salah satunya di ruas Jl Jelarai Raya. Bahkan lampu PJU tenaga surya di Jl Jelarai telah dilakukan ujicoba. Sementara di Jl Sengkawit dan Jl Kolonel Soetadji hingga kemarin masih dalam tahap pemasangan. “Kalau tidak ada halangan, dalam 2-3 minggu lagi sudah selesai. Karena tinggal mamasang saja, tiang, modul, accu dan lampu semua sudah siap,” kata salah seorang pekerja yang ditemui saat memasang di Jl Skip II kemarin.

Sebelumnya, Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi pernah menyampaikan, dengan pemakaian lampu tenaga surya, diperkirakan bakal menghemat anggaran hingga Rp 20 miliar selama 10 tahun.

Diungkapkan Bupati, pemakaian lampu tenaga surya memiliki jaminan asuransi hingga 20 tahun. “Kalau saat ini Pemkab Bulungan membayar sekitar Rp 500 juta tiap bulan ke PLN, berarti 1 tahun mencapai Rp 6 miliar. Bila 10 tahun berarti Rp 60 miliar. Sedangkan jika memakai lampu tenaga surya anggarannya hanya sekitar Rp 40 miliar selama 10 tahun, berarti ada sekitar Rp 20 miliar yang bisa kita hemat,” kara bupati belum lama ini.

Selain hemat dan efisien, daya listrik dari PLN yang selama ini dialirkan untuk keperluan lampu PJU juga bisa dialihkan ke rumah penduduk. Apalagi kata bupati, sesuai informasi dari pihak PLN, saat ini masih ada sekitar 2 ribu rumah tangga di Bulungan yang masuk daftar tunggu pemasangan listrik dari PLN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *