“Dengan menggunakan lampu tenaga surya dan LED, penghematan energinya bisa sampai 90 persen,” kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) di Terminal BBM Surabaya Group, Senin (09/07). Penggunaan energi matahari ini merupakan langkah Pertamina menuju green office.

Selain penggunaan tenaga surya, 280 lampu di area kantor Menara Pertamina Jagir dan 470 lampu di area Terminal BBM Surabaya Group akan diganti dengan jenis LED. Lampu jenis tersebut terbukti lebih efisien daripada jenis lampu lain yang pernah digunakan seperti lampu mercury, lampu SL, lampu TL maupun lampu halogen.

Kantor menara Pertamina Jagir juga menerapkan penghematan listrik untuk gedung bertingkat. Salah satunya dengan pengaturan operasional lift daan pengaturan penggunaan alat listrik (lampu/AC). Dari empat lift yang ada, pada saat bukkan jam sibuk dua lift diantaranya dihentikan operasinya.

Hanung menambahkan, sejak tahun 2010 kendaraan dinas Pertamina juga telah menggunakan bahan bakar non subsidi jenis Pertamax.

“Tercatat ada lebih 80 lebih kendaraan dinas Pertamina Pemasaran Region V di Jatim yang telah menggunakan Pertamax,” sambungnya.

Selain meringankan beban subsidi BBM oleh pemerintah, penggunaan BBM juga membuat mesin kendaraan lebih bersih, lebih awet dan lebih ramah lingkungan.

Oleh: Anggraenny Prajayanti – Editor: Masruro

Sumber by www.centroone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *