PT PLN (persero) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 20 Megawatt pada tahun ini. Listrik tersebut rencananya akan dialirkan ke 100 pulau kecil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Tahun ini targetnya seratus pulau, satu pulau diperkirakan sekitar 20 kilowatt,” ujar Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN (persero), Nasri Sebayang, Selasa (29/3). Mengenai lokasi pemasangan listrik bertenaga matahariitu, saat ini PLN masih mengkaji lokasi-lokasi yang memiliki potensi untuk mengembangkan tenaga matahari.

Perhitungan minimal satu pulau dialiri 20 kilowatt listrik bertenaga surya, didasarkan dengan perkiraan dalam satu pulau kecil tersebut terdapat setidaknya 50 Kepala Keluarga atau rumah.”Satu rumah sekitar 400 watt, berarti kalau 50 sekitar 20 kilowatt,” jelasnya.

Pembangkit tenaga surya dipilih untuk dikembangkan di pulau tersebut dengan berbagai pertimbangan, antara lain ; lokasi yang cukup jauh, sulit distribusi Bahan Bakar Minyak, dan sulit mendapatkan tenaga air atau angin yang cukup untuk dikonversi menjadi tenaga listrik.”Jadi adanya cuma matahari, itu yang kita optimalkan,” kata Nasri.

Kepala Divisi Energi Terbarukan PLN, Mochamad Sofyan, menambahkan, saat ini pembangkit surya yang telah terpasang baru sekitar 0,5 megawatt. Target pembangunan pembangkit surya tersebut akan terus ditingkatkan oleh PLN.

Berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLN menargetkan pemasangan pembangkit surya sebesar 500 megawatt pada tahun 2019 mendatang.”Itu untuk mengaliri 1000 pulau di Indonesia,” katanya.

Investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit matahari tersebut, diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp 15 triliun. Wilayah yang akan dibangun pembangkit surya terbanyak menurut rencana adalah kawasan Indonesia Timur. “Tapi, Jawa dan Bali tetap ada karena kan ada kepulauan kecil di sekitar situ,” tegasnya.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *