Jokowi.bursaenergiKeterbatasan cadangan minyak bumi di Indonesia merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, sehingga memunculkan gagasan pemanfaatan sumber daya alam lainnya berupa matahari, air dan udara sebagai salah satu alternatif energi yaitu sebagai energi terbarukan.
Di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, telah dibangun salah satu Pembangkit Listrik Tanaga Surya (PLTS) dengan kapasitas sebesar 5MW.Pembangunan PLTS ini membawa harapan baru bagi masyarakat Kupang dan sekitarnya untuk menjawab permasalahan keterbatasan pasokan listrik PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menyebabkan sering terjadinya pemadaman listrik bergilir di Kupang dan sekitarnya.
Bayangkan saja, dalam satu tahun kurang lebih puluhan kali sistem pembangkit listrik di Kupang sering mengalami masalah mulai dari kerusakan masin, pasokan daya yang berlebihan serta beberapa masalah lain yang mengakibatkan konsumen di Kota Kasih dan sekitarnya mengeluh.
Sampai saat ini, kawasan PLTS di desa Oelpuah yang jaraknya berkisar dari 20-30 KM Tumur Kupang, ibu Kota Provinsi NTT, merupakan pembangunan yang terbesar di Indonesia dengan instalasi PLTSnya berkapasita 5 mega watt.
Pengoperasian PLTS tersebut juga sudah berjalan delapan Desember 2015 lalu dan bahkan saat ini, sudah masuk ke jalaur PLN yang kapasitasnya mencapai 20 KV.Keberhasilan percepatan pengoprasian panel surya tersebut karena produksi modulnya sendiri merupakan produksi dalam negeri sehingga prosesnya juga lebih cepat dibandingkan harus mencari modul dari luar negeri.
Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke NTT pada tanggal 27 Desember 2015 lalu yang juga meresmikan dan meninjau lokasi PLTS itu, juga terliat puas dan senang karena pengoperasian PLTS tersebut lebih cepat dari yang diharapkan sebelumnya.
Menurut Presiden Jokowi, pembangunan instalasi pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas serupa atau yang lebih besar akan dikerjakan di daerah Indonesia bagian timur. “Ini yang nanti akan kita kembangkan terutama di pulau-pulau yang sulit terjangkau jika menggunakan pembangkit listrik tenaga batubara. Maka nanti larinya akan ke PLTS,” ujar Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi, keunggulan pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan dan waktu pembangunannya lebih cepat dari pada dengan menggunakan batu bara.
Dalam pertemuannya dengan sejumlah pimpinan media di NTT selama satu jam, Presiden juga mengatakan masalah yang dihadapi di NTT ini selain air, masalah listrik juga menjadi kendala mengapa sehingga banyak investor yang terpaksa mengurungkan niat mereka untuk membuka usahanya di provinsi yang penuh dengan kerukunannya tersebut. “Dalam waktu dekat, kita akan datangkan lagi kapal listrik berdaya 60 MW untuk mengatasi kekurangan energi listrik di daerah ini, khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya, karena pembangkit listrik dengan menggunakan batu bara, rasanya belum terlalu memadai,” katanya.
Pembangunan instalasi PLTS di Desa Oelpuah, sebesar 5 MW itu sudah mampu melayani kebutuhan masyarakat di sekitarnya sampai 5.500 rumah tangga. “Perlahan-lahan kita sudah mulai mengatasi masalah ini, karena secara nasional, kita juga masih kekurangan energi listrik,” katanya menambahkan.
Kerinduan Miliki Listrik Kehadiran PLTS di desa Oelpuah memberikan harapan baru untuk penerangan yang lebih baik lagi bagi warga di desa Oelpuah yang lahannya di gunakan untuk pembangunan PLTS berkekuatan 5 MW tersebut.
Warga di desa itu mengharapkan kehadiran PLTS yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2015 lalu tersebut menjawab kerinduan mereka agar listrik di desa tersebut bisa memberikan penerangan 24 jam seperti yang terjadi di desa lain atau di perkotaaan.
Kepala Desa Oelpuah Deki Tapen mengatakan ini merupakan harapan dari warga desanya selama ini, oleh karena itu semenjak dibukanya lokasi ini, baik tokoh masyarakat, tokoh ada berkumpul bersama untuk melakukan seremonial pemotongan hewan meminta restu dari nenek moyang untuk menjaga dan merestui pembangunan PLTS tersebut. “Masyarakat sangat antusias, pemotongan babi dan ayam dan dilakukan upacara adat untuk membangun lokasi ini,” katanya.
Apalagi katanya kehadiran Presiden di desanya juga memberikan harapan baru bagi masyarakat di desa tersebut untuk terus menjaga lokasi tersebut agar tidak dirusaki oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia mengharapkan kehadiran PLTS tersebut juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di daerahnya itu, karena banyak masyarakat yang mengharapkan listrik menyala agar bisa terus menenun untuk menjual hasil tenunannya demi mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *