PLTS Kawasan Citamin.bursaenergiBANDUNG, suaramerdeka.com – Membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) rooftop, sepertinya bisa menjadi alternatif di tengah kebutuhan energi listrik yang terus meningkat. Selain mencukupi kebutuhan sendiri, kelebihan energinya bisa disalurkan ke PLN sehingga bisa terjadi penghematan.
PLTS rooftop yang dipasang di atap Gedung B’trust di kawasan Citamiang, Bandung misalnya, kini hanya memakai konsumsi listrik PLN pada malam hari saja. Siang harinya, bangunan berlantai tiga itu full memakai listrik yang dihasilkan dari 33 panel surya fotovoltaik berkapasitas lima koma tujuh Kwp. Dengan pemasangan tiga lajur yang terdiri dari rangkaian 11 panel.
Kondisi tersebut terjadi karena mereka menerapkan sistem on grid. Skema ini kebalikan dari sistem off grid yang harus dilengkapi aki atau baterai. Komponen penampung energi itu harganya bisa mencapai 30 persen dari investasi.
Menurut Amirah Kaca penanggung jawab PLTS rooftop di Citamiang, biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya mencapai Rp 80 juta. Harga itu di luar batere sehingga biaya itu habis untuk membeli panel dan inverter (pengubah arus). “Harga itu pun hasil hunting ke sana ke mari. Relatif mahal karena pasar retailna belum ada.
By /berita.suaramerdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *