114206_620BLORA – Sejumlah proyek pembangunan yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) bantuan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bisa segera dikerjakan jika penetapan APBD Blora 2015 dilakukan Januari atau Februari 2015.

Kepala Dinas ESDM Setyo Edy mengemukakan, dana pendampingan yang disyaratkan dalam proyek DAK telah dianggarkan dalam RAPBD 2015. Penganggaran tersebut merupakan prioritas agar proyek pembangunan yang dananya berasal dari bantuan pemerintah pusat bisa dikerjakan tahun ini. Dana pendampingan itu tidak masuk dalam rasionalisasi anggaran di RAPBD 2015.

’’Sudah dianggarkan, tinggal nunggu penetapan APBD dan proyek dikerjakan,’’ ujarnya, kemarin.

Dia menuturkan, idealnya proyek bisa mulai digarap pada Maret 2015. Agar hal itu bisa terlaksana dengan baik, kata dia, APBD Blora 2015 sudah harus ditetapkan pada Januari.

’’Idealnya penetapan APBD pada Januari atau paling lambat Februari, sehingga pada Maret, proyek DAK Kementerian ESDM sudah bisa mulai dikerjakan,’’ katanya.

Jika melihat perkembangan yang ada, dia optimistis proyek bisa segera dilakukan karena penetapan APBD tidak boleh terlambat seiring adanya pemantauan yang dilakukan pemerintah pusat.

Kualitas Proyek

Menurutnya, jika penetapan APBD 2015 terlambat, maka akan sangat mungkin proyek DAK Kementerian ESDM kembali tidak akan dikerjakan. Penyebabnya, hanya tersedia waktu sedikit bagi pelaksana proyek untuk menyelesaikan pekerjaannya.

’’Dan itu berisiko terkena permasalahan hukum karena kualitas proyek dipertanyakan. Kalau penetapan APBD terlambat, bukan tidak mungkin proyeknya tidak akan dikerjakan lagi,’’ katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya pada 2014 mendapatkan alokasi anggaran bantuan DAK dari Kementerian ESDM Rp 2,6 miliar.

Dana tersebut diperuntukan bagi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tahap II di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan. Namun karena penetapan APBD 2014 terlambat, yakni pada 12 Juni 2014, proyek itupun tidak jadi dilaksanakan pada 2014. Namun anggarannya tidak dihapus dalam APBN ataupun dialihkan ke daerah lain. ’’Proyek tersebut akan dikerjakan tahun ini,’’ katanya.

Dia mengatakan, Kementerian ESDM dapat memahami alasan tidak jadi dilaksanakan proyek PLTS tahap II di Desa Nglebak. Menurutnya, DAK yang tidak jadi digunakan itu, selanjutnya oleh pemerintah pusat dianggarkan lagi di APBN.

PLTS tahap II tersebut sejatinya merupakan proyek lanjutan PLTS tahap I yang dinilai berhasil. Bahkan PLTS yang juga dibangun di Desa Nglebak menjadi proyek percontohan nasional.

Menurutnya, selain tetap menganggarkan DAK PLTS Nglebak tahap II, Kementerian ESDM juga akan memberikan bantuan DAK Rp 3,8 miliar untuk proyek lainnya di Blora 2015. (H18-45)

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *