padang.bursaenergiKBRN, Padang: Sedikitnya 350 baterai lampu penerangan jalan tenaga surya (solar cell) di jalur jalan Nasional rusak, dan sebagian raib dicuri oknum tidak bertanggung jawab. Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Amran mengaku, dari 500 lampu penerangan tenaga surya yang terpasang hanya 30 % yang masih berfungsi dengan baik.
Menurut Amran, Negara dirugikan puluhan Miliar Rupiah akibat hilangnya solar cell, diantaranya di jalur Kelok 44 Kabupaten Agam, Kelok 9 Kabupaten 50 Kota, Sicincin-Malalak dan jalur Padang menuju Solok tepatnya di Sitinjau Laut. Berdasar penghitungan Dishub Sumatera Barat, anggaran pembangunan satu unit lampu jalan tenaga surya menghabiskan anggaran Rp 28 sampai Rp 30 juta. Untuk penelusuran dan penindakan pencurian solar cell telah dipercayakan sepenuhnya pada pihak kepolisian.
“Ini kriminal yang mengganggu kepentingan umum, merugikan kepentingan banyak orang. Akibatnya, kalau malam hari jalan jadi gelap, membahayakan keselamatan pengendara. Apalagi yang diambil adalah milik Negara. Kami sangat berharap pelakunya segera ditangkap,” tegas Amran kepada RRI, Selasa (17/11/2015).
Amran memaparkan, pemasangan lampu jalan tersebut dilakukan sejak 2014 lalu, lampu dipasang diseluruh jalan Negara. Direncanakan dilanjutkan dengan pemasangan lampu jalan pada jalan Provinsi tahun ini. Tapi ternyata, ternyata belum selesai sepenuhnya, baterai lampu sudah dirusak dan diambil oleh tangan-tangan jahil.
Terkait pemasangan kembali lampu penerangan jalan tenaga surya, Amran menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengajukan kembali pada Kementerian Perhubungan agar dapat membantu anggaran pengadaan.
“Kementerian Perhubungan telah mengetahui kejadian ini. Mereka juga sedang mengevaluasi. Kita sudah mengirim desain yang aman agar solar cell ini tidak mudah diambil dan dirusak. Mungkin 2017 dilakukan pengadaan dan pemasangan kembali,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *